Berita

saleh husin/net

Sering Delay, Lion Air Diimbau Benahi Sistem Penjadwalan Keberangkatan

SENIN, 02 SEPTEMBER 2013 | 16:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Komisi V DPR yang membidangi masalah perhubungan menyesalkan keributan antara penumpang dengan pihak Lion Air tadi malam di Bandar Udara Internasional, Soekarno Hatta, Tangerang.

Keributan bermula saat penumpang kesal atas lamanya penundaan keberangkatan.

"Keributan penumpang di bandara Cengkareng tidak perlu terjadi jika pihak operator (Lion Air) dapat menginformasikan secara jelas dan transparan kepada penumpang terhadapt lamanya delay yang akan terjadi sehingga penumpang merasa diperhatikan dan ada kepastian," ujar anggota Komisi V DPR Saleh Husin dalam pesan singkat (Senin, 2/9).


Dalam amatan Ketua DPP Partai Hanura ini, masalah penundaan kerap terjadi di maskapai yang memiliki tagline "We Make People Fly" ini. Karena itu, dia menyarankan agar ada perubahan sistem penjadwalan.

"Hal ini harus menjadi koreksi pihak maskapai dalam pembenahan ke depan agar hal seperti ini tidak terulang kembali. Masalah delay sudah sering terjadi pada Lion Air. Untuk itu perlu ada pembenahan ulang sistem penjadwalan pemberangkatan," tandasnya.

Tadi malam, ratusan penumpang Lion Air tujuan Makassar melakukan aksi protes di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu (1/9). Musababnya adanya tertundanya pemberangkatan selama enam jam tanpa keterangan yang jelas dari pihak maskapai.

"Pesawat kami JT 784 mestinya berangkat ke Makassar 18.25 WIB. Tetapi sampai pukul 23.00 Wita, belum ada kejelasan keberangkatan," kata Haris Sulaiman, seperti dilansir JPNN.

Lantaran kesal dengan penundaan penerbangan yang tidak jelas, ratusan penumpang terpaksa "menyandera" salah seorang manajer Lion Air. Jadwal penerbangan yang mengalami penundaan dari Bandara Soekarno Hatta adalah tujuan Makassar, Surabaya, Jambi, dan Denpasar.

"Ada sekitar 500 orang yang terlantar di sini. Yang buat kesal penumpang adalah manager Lion Air tidak bisa memberikan penjelasan mengapa pesawat bisa delay," kata Haris Sulaiman, salah seorang calon penumpang tujuan Makassar. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya