Berita

SBY/net

Hukum

Istana: Presiden SBY Kenal Sengman saat Pangdam Sriwijaya

SENIN, 02 SEPTEMBER 2013 | 13:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pihak Istana kepresidenan membenarkan Presiden SBY kenal Sengman dalam kapasitas sebagai pengusaha saat menjadi Panglima Kodam II/Sriwijaya. Tapi tidak benar jika disebutkan Sengman sekarang adalah utusan khusus presiden.

"Tidak ada Staf Khusus Presiden atau Utusan Presiden bernama Sengman. Saya perlu tegaskan kembali bahwa memang benar tidak ada Staf Khusus Presiden terkait dengan nama tersebut," tegas Jurubicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di Kazakhstan, seperti dikutip dari laman resmi Presiden SBY (presidenri.go.id), Senin (2/9).

Nama Sengman muncul dalam persidangan kasus suap impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), pekan lalu, dengan terdakwa Ahmad Fathanah. Ridwan Hakim dalam kesaksiannya menyebut rapat di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga dihadiri Sengman, yang ia sebut sebagai utusan Presiden.


Namun, jelas Julian, tidak ada utusan khusus Presiden bernama Sengman. "Utusan Khusus Presiden yang saya ketahui itu hanya utusan khusus untuk Timur Tengah, MDGs, dan Asia Pasifik. Dan jelas bahwa utusan khusus Presiden memiliki keperluan dan tugas-tugas khusus dan itu dinyatakan secara tertulis," ujar dia.

Benar Presiden SBY kenal Sengman. "Kalau dikatakan bahwa Presiden SBY tidak mengenal Sengman, ya, ini perlu kita lihat kembali, karena sepanjang yang kita ketahui nama tersebut dikenal luas. Presiden SBY dalam kapasitasnya sebagai Pangdam II Sriwijaya, tahun 1996-1997, tentu saja mengenal saudara Sengman, karena beliau pengusaha yang sangat dikenal di wilayah setempat," terang.

Mengenai pemberitaan kedatangan Presiden SBY pada pernikahan anak Sengman, menurut Julian hal itu tidak perlu dibesar-besarkan. Presiden memang sering menghadiri undangan pernikahan. "Kehadiran beliau tentu sebagai kepala negara yang diundang untuk menghormati," ungkap Julian.

Tapi, Ia kembali menegaskan, Sengman bukanlah utusan khusus Presiden. "Presiden tidak pernah memberikan mandat khusus sebagai Staf Khusus atau Utusan Khusus Presiden dalam kasus apapun dan penugasan apapun," demikian Julian. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya