Berita

foto: net

Tiga Catatan JPPR atas Pelaksanaan Pilgub Jatim

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | 22:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemungutan suara pada pemilihan gubernur Jawa Timur (Kamis, 29/8) kemarin secara umum berjalan lancar. Meski begitu, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) memberikan tiga catatan atas persiapan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Pertama, evaluasi perihal data pemilih. Deputi Koordinator JPPR, Masykurudin Hafidz menjelaskan, masih ditemukan nama ganda, sudah meninggal dunia, pemilih di bawah umur serta pemilih yang punya hak tetapi tidak terdaftar di daftar pemilih tetap atau DPT.

"Keputusan KPU Jawa Timur yang membolehkan warga mencoblos meskipun tidak terdaftar di DPT dengan syarat membawa KTP memberikan pelajaran penting ke depan bahwa sesungguhnya yang paling utama bagi proses pendaftaran pemilih adalah, jika memang data pemilih tidak bisa akurat 100 persen maka setidak-tidaknya mengakomodasi semua warga yang punya hak pilih dapat dengan mudah menyalurkan haknya," jelasnya (Sabtu, 31/8).


Karena, jangan sampai proses pemutakhiran yang berliku justru tidak sanggup mengakomodasi aspirasi rakyat. "Ini menyangkut hak dasar manusia," tegasnya.

Kedua, evaluasi terhadap surat pemberitahuan memilih (surat undangan). Meskipun dalam jadwal yang ditetapkan pembagian surat pemberitahuan memilih adalah lima hari sebelum hari pemungutan, pada kenyataannya surat pemberitahuan memilih dibagikan bahkan pada malam hari sebelum pemungutan.

"Hal ini perlu menjadi catatan penting karena surat pemberitahuan juga menjadi faktor penting dalam usaha mengundang masyarakat pemilih untuk hadir di TPS sehingga partisipasi pemilih meningkat," imbuhnya.

Ketiga, evaluasi terhadap pelayanan bagi pemilih penyandang disabilitas. Meskipun alat bantu tuna netra (template braille) telah dicetak oleh KPU Jatim, para petugas TPS tidak menggunakan dengan semestinya. Evaluasi JPPR menunjukkan para petugas TPS masih kurang maksimal dalam menjamin hak dan kerahasiaan pilihan penyandang disabilitas.

"Ketiga hal di atas menjadi evaluasi penting dari Pilkada Jatim untuk Pilkada daerah lain serta Pileg dan Pilpres ke depan. Perbaikan demi perbaikan sistem penyelenggaran Pilkada dengan sendirinya akan meningkatkan partisipasi masyarakat pemilih," demikian Masykurudin Hafidz. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya