Berita

rusdi kirana/net

Sebagai Anak Bangsa, Rusdi Kirana Bangga Catatkan Transaksi Terbesar dalam Sejarah Penerbangan

JUMAT, 30 AGUSTUS 2013 | 17:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bos Lion Air Rusdi Kirana berbagi pengalaman saat dirinya menandatangani kontrak dengan dua perusahaan produsen pesawat ternama asal Perancis dan Amerika Serikat, yaitu Airbus dan Boeing beberapa waktu lalu.

Baginya, membawa Indonesia di atas podium Istana Elysee, Perancis, adalah satu kehormatan yang dengan penuh ketulusan ingin ia persembahkan untuk Negeri ini.  Ini adalah satu dari tiga kehormatan yang dirasakan Rusdi Kirana. Dua lainnya yaitu saat menerima undangan dari Komite Konvensi Partai Demokrat, dan satu lagi, ketika memutuskan tidak ikut konvensi karena memberi jalan pada figur terbaik untuk menjadi calon pemimpin bangsa ini.

Rusdi Kirana mengungkapkan, dalam acara penandatanganan kontrak antara Lion Air dengan Airbus, Presiden Perancis Francois Hollande memuji kerja sama tersebut. Saat itu, Hollande mengatakan, "Ini adalah kontrak bersejarah antara perusahaan besar di Eropa dengan perusahaan penerbangan utama di Asia. Penandatanganan kontrak ini bisa membantu mendorong penciptaan lapangan kerja, tidak hanya di Perancis tapi juga Eropa."


Saking bersejarahnya, terang Rusdi, untuk pertama kalinya penandatanganan kesepakatan bisnis dilakukan di Istana Elysee, Perancis.

Tak lupa, pada saat memberikan sambutan, kata pertama yang diucapkan Rusdi adalah, terimakasih yang mendalam kepada pemerintah Republik Indonesia, terkhusus kepada Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah memimpin bangsa Indonesia selama hampir sepuluh tahun.

"Di tengah krisis Eropa dan Amerika, Indonesia masih mampu membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%. Tentu bukan pekerjaan yang mudah. Hal ini saya sampaikan dengan bangga sebagai anak bangsa," jelasnya kepada pers di Jakarta (Jumat, 30/8).

Ucapkan yang sama juga pernah dia sampaikan ketika menadatangani kesepakatan pembelian pesawat Boeing terbesar dalam sejarah transaksi perusahaan Amerika tersebut. Di hadapan Presiden Barack Obama, dia juga sampaikan terimakasih yang dalam kepada Presiden SBY.

"Saya merasa bukan sebagai CEO Lion Air, pada saat berdiri di atas podium, di hadapan bendera Merah Putih, dan di hadapan bendera Uni Eropa, Perancis dan Amerika Serikat. Tapi sebagai anak bangsa yang menyampaikan pada dunia, 'Kami, Indonesia, adalah sebuah kekuatan dunia di masa depan',” imbuh Rusdi.

Rasa terimakasih ia sampaikan dengan penuh ketulusan karena tidak mungkin mampu menjalankan bisnis hingga kini menjadi perusahaan penerbangan terbesar di ASEAN, jika tidak karena keberhasilan pemerintah menyiapkan infrstruktur fisik dan hukum yang memungkinkan hal tersebut terjadi. "Saya merasa berdaulat sebagai anak bangsa dalam menjalankan bisnis," katanya.

Karena, menerbangkan kurang lebih seratus ribu penumpang ke seluruh pelosok Tanah Air setiap harinya, itu tidak mungkin terjadi jika pemerintahan tidak berjalan dengan baik.

"Hidup bukanlah untuk mencaci maki, mengeluh dan mengaduh. Hidup adalah untuk mensyukuri apa yang telah diberikan tanah Indonesia ini kepada kita setiap harinya. Sungguh saya yakin, bahwa kita sebenarnya tidak membutuhkan bangsa lain untuk membesarkan kita. Kita bisa melakukannya sendiri,  di sini, di tanah kita sendiri, yang merdeka dan berdaulat," tegasnya mantap.

"Untuk itulah, di Istana Elysee, saya bersyukur, telah mencatatkan transaksi terbesar dalam sejarah penerbangan dunia," demikian Rusdi Kirana. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya