Berita

hatta rajasa/net

HR: Jangan Main-main, Yang Hambat Stok Kedelai Bongkar Saja Gudangnya!

JUMAT, 30 AGUSTUS 2013 | 06:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden SBY menginstruksikan kepada para menteri terkait untuk mengawal dengan baik dan melakukan semua paket kebijakan ekonomi yang sudah ditetapkan, termasuk mengatasi persoalan langkanya kedelai di pasaran.

"Jangan sampai ada delay apapun juga, jangan sampai ada distorsi," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa, menyampaikan instruksi Presiden SBY usai rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, Kamis sore (29/8).

Persoalan langkanya kedelai di pasaran sejatinya kata Hatta, masih tersedia stok kedelai 100 ribu ton. Tinggal hambatan-hambatan yang menghalangi lancarnya proses distribusi kedelai harus cepat diselesaikan, dan jangan sampai ada hambatan. Bahkan bila perlu, bongkar gudang-gudang yang menimbun stok kedelai.


"Wong kedelei sekarang ada stok 100 ribu ton, ya keluarkan. Kalau nggak mau keluarkan ya paksa, ini kan menyangkut ekonomi kita. Kalau nggak mau keluarkan, bongkar gudangnya. Jalankan, rakyat butuh. Masa ada barang dikekepin. Ini kan untuk rakyat, untuk menjaga stabilitas ekonomi kita. Jangan main-main kalau situasi seperti ini, jangan kalau situasi sudah menguntungkan baru dikeluarkan. Jangan!" tegas Hatta.

Mengenai waktu yang dibutuhkan untuk merasakan dampak positif dari paket kebijakan ekonomi, Menko Perekonomian ini mengatakan bahwa sebenarnya saat ini saja sudah terlihat dampak positifnya. Dalam dua hari terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat, Rupiah juga memperlihatkan tanda-tanda menguat.

"Kita harapkan kebijakan fiskal dan moneter ini membuahkan hasil. Apalagi BI sudah mengeluarkan paket kebijakan yang kemarin ditambah lagi dengan penyesuaian 50 basis point. Saya kira ini akan direspon positif. Yang penting kita konsisten dengan apa yang kita putuskan," terang dia yang juga Ketua Umum DPP PAN ini.

Namun, Hatta juga mengakui bahwa keinginan untuk menaikkan ekspor bukanlah hal yang mudah, membutuhkan waktu. "Saya bohong kalau tiba-tiba saya mengatakan kita akan mendorong ekspor kita. Kita butuh waktu soal itu," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi presidenri.go.id.

Untuk masalah kesehatan, pemerintah akan mendorong dibangunnya industri obat-obatan, terutama untuk bahan baku yang belum ada di Indonesia. Pemerintah akan memberikan insentif, tidak hanya terbatas obat-obatan, tapi juga termasuk seluruh industri-industri untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku. Obat-obatan ini pun menjadi isu penting karena terkait dengan peningkatan sumber daya manusia.

"Dari sisi kesehatan, salah satu faktor penting adalah masalah obat. Bagaimana agar masyarakat bisa memperoleh obat yang tidak mahal. Nah, kalau industri bahan baku itu ada di tanah air kita, kita yakin obat akan murah. Jadi ini target kita mengurangi ketergantungan terhadap impor," demikian Hatta. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya