Berita

suryadharma ali/net

Suryadharma Ali: Konvensi Nggak Realistis

SENIN, 26 AGUSTUS 2013 | 19:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada awalnya sempat mewacanakan akan menggelar konvensi untuk menjaring calon presiden yang akan diusung pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Tapi, partai kabah mengurungkannya setelah melakukan pengkajian secara mendalam.

Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali menjelaskan, pihaknya mempelajari konvensi dari dua pengalaman yang ada. Pertama konvensi di Amerika Serikat. Konvensi di Amerika diikuti dan dipilih kader masing-masing partai. "Pemenang konvensi Partai Demokrat dan Republik pasti jadi kandidat presiden," jelas SDA, demikian ia akrab disapa, kepada pers (Senin, 26/8).

Pengalaman kedua adalah konvensi yang dihelat Partai Golkar pada tahun 2004 lalu. SDA mengungkapkan, konvensi digelar pada saat Golkar mendapat sorotan dari masyarakat ketika masa peralihan dari masa Orde Baru ke Reformasi.


"Golkar dihujat habis-habisan. Salah satunya untuk perbaiki citra yang terpuruk. Pemenang konvensi jadi kandidat presiden, meski tidak menang," jelas Menteri Agama ini, seraya menambahkan, konvensi Golkar diikuti kader dan pemilihnya pengurus Golkar.

PPP batal menggelar konvensi karena tidak ada perubahan UU Pilpres, yang mensyarakatkan calon presiden dan calon wakil presiden diusung partai politik yang memiliki 20 persen kursi di DPR atau meraup 25 persen suara nasional. "PPP mengusulkan UU Pilpres diubah. Partai besar tidak mau," ungkapnya.

Dia menjelaskan, ada tiga wacana prosentase presidensial treshold. Pertama, seperti dalam UU Pilpres yang ada. Kedua, disamakan dengan parliamentary treshold, yaitu 3,5 persen. Ketiga, mengacu pada UUD 1945, yang tidak tidak sebutkan berapa prosentasenya hanya diusung partai politik.

"PPP mengusulkan 3,5 persen. Itu angka moderat. Kalau 3,5 persen, PPP bikin konvensi," sambungnya.

Tapi, karena tidak ada perubahan syarat mengajukan pasangan capres-capres, PPP membatalkannya. Karena SDA pesimis PPP bisa meraih 20 persen kursi di DPR. "Kalau (PPP) nggak dapat (20 persen), mau dikemanain (itu pemenang konvensi).  [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya