Berita

Mahfud MD

Wawancara

WAWANCARA

Mahfud MD: Modal Saya Bertarung Di Pilpres Bukan Logistik Tapi Track Record

SABTU, 24 AGUSTUS 2013 | 08:35 WIB

Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD belum memutuskan ikut konvensi capres karena masih berpikir.

“Banyak yang harus saya pikirkan. Antara lain, bagaimana kalau pemenang konvensi tidak bisa bertarung dalam Pilpres 2014,’’ kata Mahfud MD kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut bekas Menhan itu, pikiran itu sangat rasional. Sebab, siapa yang bisa menjamin Partai Demokrat  mendapat suara signifikan dalam Pemilu Legislatif, paling tidak bisa mengajukan capres dalam Pilpres 2014. 


“Saya harus tahu apa yang diperbuat  Partai Demokrat ketika tidak bisa mencalonkan pemenang konvensi dalam Pilpres 2014. Bagaimana nasib pemenang konvensi itu,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Partai Demokrat bisa berkoalisi, kenapa Anda khawatir?

Bagaimana kalau parpol yang mau berkoalisi itu juga ingin mengajukan capres.
Makanya saya mau lihat dulu, bagaimana Partai Demokrat mengatur itu kalau perolehan suaranya tidak memenuhi syarat mengajukan capres ke KPU.
Makanya saya tunggu ketentuannya bagaimana dan seperti apa.
 
Apa Anda tidak terlalu lama berpikir?
Tidak dong, toh juga belum dimulai kan.

Anda menunggu aturan-aturan dari komite konvensi?
Ya. Saya baru akan buat keputusan sesudah syarat-syarat diumumkan komite konvensi secara tertulis. Selama ini kan hanya secara lisan, lewat telepon atau ketemu. Kan kita tidak mungkin bekerja tanpa ada dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Anda siap bertarung dengan peserta internal Demokrat?
Kalau saya jadi ikut konvensi, ya saya siap saja.

Termasuk siapkan logistik?
Modal saya bukan terletak pada logistik yang banyak. Tapi pada track record dan pandangan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Soal logistik, seperti yang saya dengar Partai Demokrat sudah siapkan kalau ikut konvensi.
 
Bagaimana dengan tim sukses?
Sebenarnya saya sudah lama membentuk tim sukses sebelum ada urusan dengan Partai Demokrat. Tim sukses itu tidak ada kaitannya dengan konvensi capres.

Kapan dibentuknya?
 Tim saya ini sudah terbentuk jauh sebelum SBY bicara konvensi capres, yakni November tahun lalu.

Berarti Anda masih Ketua MK dong?
Ya. Tapi saya baru aktif  April 2013 setelah selesai bertugas sebagai Ketua MK.

Apa yang sudah dikerjakan tim sukses itu?
Tentu tugasnya menyangkut peningkatan elektabilitas dan popularitas saya  ke seluruh Indonesia. Semua sudah masuk ke pelosok. Sekarang kami juga memiliki tim MMD (Mahfud MD) di seluruh provinsi. Memang di kabupaten ada yang dalam proses. Tapi tidak lama lagi semua akan lengkap.

Apa cukup dengan itu?
Tidak. Saya juga melakukan penguatan di simpul-simpul dukungan sekitar pesantren, LSM, perguruan tinggi, dan masyarakat komunitas etnis dan lainnya.

Jaringan ini masuk ke semua sekmen. Maka ada koordinator simpu di pesantren, perguruan tinggi, LSM, dan lainnya.
 
O ya,  Sabtu (17/8) lalu Anda temui Jero Wacik, ada apa?
Saya luruskan dulu. Pak Jero Wacik yang ingin  ketemu saya.

Tapi kok Anda datang ke kantor ESDM?
Sebenarnya Pak Jero Wacik ingin ke kantor saya. Tapi saya bilang tidak usah karena posisi beliau  menteri. Maka saya yang datang ke kantornya.

Apa yang dibicarakan saat itu?
Pertemuan itu menyambung pembicaraan sebelumnya melalui telepon.

Apa itu?
Saat itu berbicara masalah konvensi capres Partai Demokrat.  Pak Jero mengkonkritkan kepada saya bahwa beliau selaku Majelis Tinggi Partai Demokrat berharap saya ikut dalam konvensi.

Anda bilang apa?
Saya katakan Insyaallah.

Kenapa Insyaallah?
Insyaallah artinya kalau diinginkan Allah saya ikut. Kalau tidak diinginkan, saya tidak ikut. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Empat Anggota TNI Penyiram Air Keras Sebaiknya Diadili di Pengadilan Sipil

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:05

Tiga Kecelakaan di Tol Jateng Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:01

Kejahatan Perang Trump

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:36

Hadiri Jakarta Bedug Festival, Pramono Tekankan Kebersamaan Sambut Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14

Kenapa Pemimpin Iran Mudah Sekali Diserang Israel-AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:07

Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:23

Hukum Militer, Lex Specialis, dan Ujian Akuntabilitas dari Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:04

Korlantas Gagal Tangani Arus Mudik

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:00

Dokter Tifa Ngaku Dikuatkan Roy Suryo yang Masih Waras

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:29

Air Keras dari Orang Dalam

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:11

Selengkapnya