Berita

abdullah rasyid/net

Abdullah Rasyid: Krisis Energi di Sumut Harus Segera Diatasi

JUMAT, 23 AGUSTUS 2013 | 19:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemadaman listrik bergilir terus terjadi belakangan ini di Sumatera Utara. Pasalnya, kapasistas energi listrik di sudah tidak sebanding antara persediaan dengan permintaan. Sehingga apabila terjadi perbaikan atau kerusakan dari mesin peralatan di perusahaan negara tersebut, listrik pun harus digilir.

"Sungguh sangat memprihatinkan jika hal ini terus terjadi setiap tahunnya," ujar tokoh muda Sumatera Utara, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME (Jumat, 23/8).

Staf Khusus Menko Perekonomian RI ini menilai, selain merugikan masyarakat dari sisi kepuasan sebagai pelanggan dan kerusakan peralatan yang menggunakan listrik di rumah tangga, juga merugikan dunia industri.


Tak hanya itu, ada dampak yang lebih besar lagi, yaitu pengaruh terhadap perekonomian Sumut. Investor dan pengusaha akan banyak lari karena pasokan energi listrik yang terbatas atau mereka akan menaikkan ongkos produksi sehingga harga jual produk semakin tinggi.

"Belum lagi jika terjadi efisiensi di perusahaan yang mengakibatkan pengurangan tenaga kerja," tekan Rasyid.

Makanya, Rasyid mendesak krisis energi di provinsi tersebut harus segera diatasi. Menurutnya, banyak yang bisa dijadikan sebagai sumber energi alternatif atau terbarukan. Apalagi, potensi Sumut yang dominan perkebunan bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk industri hilir.

"Sebagaimana diketahui bersama bahwa kelapa sawit dan karet bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memproduksi energi listrik. Banyak hasil penelitian yang telah dilakukan baik dalam dan luar negeri untuk energi terbarukan yang bisa diadaptasi serta diaplikasikan di Sumatera Utara. Bahkan ada sumber energi luar biasa yang belum secara optimal digunakan, seperti Danau Toba dan air terjun Sigura-gura dengan projek Asahannya, sungai sungai besar yang ada, yang semua itu bisa jadi sumber energi alternatif, aman dan menjadi tuntutan dunia. Karena inilah energi hijau, green energy," jelasnya.

Rasyid sangat menekankan hal tersebut karena Sumut merupakan salah satu daerah penghubung utama yang akan menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia. Karena, seperti diketahui beberapa program MP3EI terdapat di Sumatera Utara, seperti bandara Internasional Kuala Namu, pelabuhan yang akan menjadi International Hub Port di Kuala Tanjung dan Kawasan ekonomi Khusus Sei Mangke.

"Tentu ini akan membutuhkan banyak penggunaan energi. Banyak investor dan pengusaha akan masuk dari pintu Sumatera Utara. Apabila pintu masuk saja mengalami krisis energi bagaimana dengan daerah yang lain," ungkap caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional dapil Sumut 1 ini.

"Untuk itu yang diperlukan adalah keseriusan dari semua pihak untuk penyelesaian krisis energi di Sumatera Utara," demikian Abdullah Rasyid. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya