Berita

bpom ri

Kesehatan

Anggaran Pengawasan BPOM Perlu Ditingkatkan

JUMAT, 23 AGUSTUS 2013 | 14:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Banyaknya penemuan pabrik jamu illegal dan bahan makanan yang tidak layak konsumsi, membuat kerja pengawasan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kian dibutuhkan.

"Diperlukan mekanisme pengawasan yang lebih ketat dan jitu. Oleh karena itu kami di Komisi IX selalu mendukung peningkatan anggaran pengawasan di BPOM," ujar Anggota Komisi Kesehatan dan Ketenagakerjaan DPR R,I Poempida Hidayatulloh, Kamis, (23/08).

Menurut Politisi Golkar ini, pada pembahasan anggaran 2014, pihaknya akan mengusulkan penambahan anggaran BPOM. Hal itu dilandasi pertimbangan bahwa peran BPOM semakin krusial dalam menjaga ketahanan fisik generasi muda mendatang dengan menjaga mereka dari konsumsi yang buruk.


Poempida menjelaskan, inti dari mekanisme pengawasan dari BPOM yang harus ditingkatkan adalah dari segi taktis dan strategis berbasis kualitas dan kuantitas yang seimbang.

"Oleh karena itu, selain pengawasan BPOM, sosialisasi yang bersifat promotif dan preventif dari Kementerian Kesehatan perlu juga digalakkan dalam konteks konsumsi dan produksi makanan ini," terang Poempida seperti dalam rilisnya.

Diberitakan sebelumnya, BBPOM Semarang, Jawa Tengah menggerebeg pabrik jamu ilegal di Desa Kaliwedi, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah. Dalam penggerebegan tersebut, petugas BBPOM juga menyita empat karton tablet yang diduga sebagai Bahan Kimia Obat (BKO). Selain itu, petugas juga menggerebeg gudang jamu di Desa Randegan, Kecamatan Kebasen dan menyita sejumlah produk jamu seperti 20 karton obat tradisional Sari Buah Naga, 110 dus Kapsul Kuat dan Tahan Lama Cobra Mix serta bahan baku serbuk berwarna putih bersama dua kantong palstik tablet warna cokelat dan empat karton kapsul kosong. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya