Berita

ilustrasi/net

Politik

PKS: Pendidikan Jangan Hanya Kejar Prestasi Akademik

JUMAT, 23 AGUSTUS 2013 | 09:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sistem Pendidikan Nasional masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat dengan semakin maraknya sindikat prostitusi di beberapa daerah di Indonesia yang melibatkan siswi SMP, dan SMA. Tertangkapnya seorang guru privat yang berprofesi sebagai mucikari oleh Polresta Denpasar di Kota Denpasar yang juga ternyata menjadi mucikari penjual gadis belia lewat dunia maya (23/8).  Menambah panjang  deretan  kasus prostitusi yang  melibatkan para siswi pelajar.

Kepala  Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR, Surahman Hidayat menjelaskan, salah satu sebab semakin maraknya kegiatan prostitusi yang melibatkan siswi pelajar di bawah umur yang rata-rata duduk di tingkat SMP dan SMA adalahnya kurangnya jam mata pelajaran agama di sekolah yang hanya 120 menit dalam satu pekan.

"Saya minta pemerintah dalam hal ini Kemdikbud untuk segera benahi sistem pendidikan nasional, dengan lebih menyereriusi program pendidikan karakter, sebab esensi pendidikan adalah membangun karakter dan keadaban manusia," ujar Surahman seperti dalam keterangan tertulusnya, Jumat (23/8).


karenanya jelas dia, rencana pemerintah menaikan anggaran belanja pendidikan di tahun 2014 sebesar Rp 371,2 triliun, atau naik 7,5 persen di bandingkan anggaran pendidikan tahun 2013 yang sebesar Rp 345,3 triliun, menjadi tantangan agar permasalahan dekadensi moral yang semakin marak di dunia pendidikan nasional kedepannya mampu diselesaikan.

"Sistem Pendidikan Nasional jangan hanya bertujuan mengejar target prestasi akademik semata, kemudian melupakan esensi pendidikan karakter yang di dapatkan di mata pelajaran agama," terang Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS ini.

Selanjutnya ia mengungkapkan, pendidikan karakter bertujuan menempa individu para pelajar untuk menjadi manusia yang utuh, matang secara akademis dan matang secara kepribadian. Dengan terjadinya integrasi proses tersebut diharapkan seluruh potensi-potensi yang ada dalam dirinya berkembang secara penuh sehingga membuat dirinya semakin manusiawi.

Jika karakter seseorang berkembang dan semakin menjadi manusiawi berarti pribadi individu tersebut mampu berelasi dengan baik tidak hanya dengan dirinya namun juga dengan orang lain dan lingkungannya, tanpa harus kehilangan kebebasannya.

"Dengan demikian individu tersebut mampu membuat keputusan dan tindakan yang bertanggungjawab dan tidak mudah disetir oleh keadaan apapun atau terbawa oleh arus-arus negatif di sekitarnya," pungkas Surahman. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya