Berita

saleh husin/net

Komisi V: Evaluasi Uji Kir, Jangan Tunggu Kecelakaan Berikutnya!

KAMIS, 22 AGUSTUS 2013 | 08:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah harus segera mengaudit dan mengevaluasi termasuk menata kembali mata rantai dan prosedur pelaksanaan uji kir atau menguji/memeriksa bagian-bagian kendaraan di seluruh daerah.

Hal ini juga perlu dilakukan oleh kepolisian terhadap pemberian sim kepada para calon pengemudi angkutan umum maupun angkutan barang yang harus diperketat dan lebih selektif.

"Ini perlu dilakukan untuk mencegah dan menurunkan tingkat kecelakaan serta pengemudi angkutan yang tertib dan taat di jalan raya," ujar Anggota Komisi V DPR Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Kamis , 22/8).


Jelas Saleh, kejadian demi kejadian yang merenggut nyawa manusia terus berlangsung dan selalu dikatakan akibat rem blong, supir ugal-ugalanan dan sebagainya. "Nah, disinilah yang harus menjadi perhatian serius semua instansi terkait dan kenapa bisa demikian?" tanya Seketaris Fraksi Hanura ini.

Menurutnya, sudah bukan rahasia lagi kalau pelaksanaan uji kir di berbagai daerah kebanyakan hanya formalitas belaka yang akibatnya banyak kendaraan angkutan yang tidak layak jalan pun masih terus berkeliaran di jalan umum yang kadang dengan supir yang ugal-ugalan pula.

"Untuk itu kita harus memulai dan jangan kita tunggu sampai kejadian berikutnya," pungkas Ketua DPP Partai Hanura ini.

Kemarin, akibat kecelakaan bus Giri Indah di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menelan korban meninggal sebanyak 19 orang. Kepala Polisi Resor (Kapolres) Bogor, AKBP Asep Syafrudin mengungkapkan, hasil identifikasi tim Lakalantas Polres bersama Analis Mabes Polri dan Polda Jabar ada banyak kemukinan penyebab kecelakaan. Sementara, pihaknya menemukan tanda-tanda ketidaklayakan pada kondisi bus. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya