Berita

hatta rajasa/net

Lewat MP3EI, Pembangunan Ekonomi Semakin Terarah

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 18:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ternyata telah menyita perhatian pemimpin negara-negara lain.

Pengamat politik kenamaan M. Qodari menyebut program yang digagas Menko Perekonomian itu telah diakui para pemimpin negara-negara di Asia.

“Dengan masterplan itu, pemerintah telah meletakkan dasar dan arah pengembangan ekonomi ke depan, sebagaimana yang dirumuskan dalam MP3EI tersebut,” kata Qodari (Rabu, 21/8).


Direktur Indobaromater itu juga mengatakan, kekuatan MP3EI yang menitikberatkan pada terobosan strategi dan kebijakan, percepatan transformasi ekonomi dengan pendekatan peningkatan value added, telah mendorong investasi, mengintegrasikan sektor regional, serta memfasilitasi percepatan investasi swasta di berbagai daerah.

Senin kemarin, Menko Perekonomian Hatta Radjasa meresmikan pemakaian ruas jalan nasional di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, sebagai bagian dari program MP3EI, guna mendukung sektor perekonomian di enam koridor wilayah se-Indonesia.

Hatta menjelaskan, program MP3EI di Dumai diharapkan dapat mendukung dan memperluas perekonomian daerah dan Indonesia khusus di wilayah Sumatera.

Saat itu Hatta menjelaskan, untuk program MP3EI pemerintah pusat menggelontorkan total anggaran sebanyak Rp 600 triliun. Khusus untuk Dumai, teranggar dana sebesar Rp 690 miliar yang ditujukan untuk pembangunan sejumlah ruas jalan nasional. "Pemerintah berkomitmen melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan di semua daerah guna mendukung dan memperluas perekonomian setempat," kata Hatta.

Melalui pembangunan jalan tersebut pemerintah berharap daerah dapat tumbuh dan berkembang dengan terciptanya lapangan kerja bagi putra putri daerah.  Menurut Hatta, sistem koridor dari program MP3EI dibuat untuk menjamin daerah langsung menyerap sumber daya yang ada di daerah. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya