Berita

Hermanto Dardak/net

PU: Konstruksi dan Infrastruktur Harus Efisien

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 07:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah menginginkan konstruksi bangunan dan infrastruktur di Indonesia berlangsung efisien, rendah polusi dan memiliki aspek keamanan yang tinggi.

"Sektor konstruksi harus menghasilkan produk-produk yang mendukung pembangunan lebih cepat dan lebih ramah lingkungan," ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Hermanto Dardak saat membuka International Conference Indonesia Structure Engineering Society oleh Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) di Hotel Borobudur, Jakarta pada Selasa (20/8).

Menurut Hermanto, salah satu inovasi konstruksi yang mulai marak dipakai ialah teknologi beton pra cetak (pre-cast) . Dengan teknlogi tersebut, beton dikerjakan dipabrik untuk kemudian disatukan di lokasi pekerjaan. Ia menilai, dengan beton pra cetak maka konstruksi suatu bangunan akan berlangsung lebih cepat dan memiliki kualitas yang tinggi.


"Polusi juga lebih rendah, karena dikerjakan di pabrik. Seperti contohnya pembangunan jembatan pra cetak di jalan Casablanca dan jalan Antasari, dengan beton yang di pre-cast maka manajemen lalu lintas di lokasi pembangunan jembatan tidak terlalu menganggu para pengendara selama pengerjaannya," terang Hermanto seperti dikutip dari laman pu.go.id.

Beton pra cetak Indonesia pun diyakini memiliki kualitas sangat baik dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Ia menambahkan, bahkan sudah ada negara lain seperti Myanmar yang meminta pelatihan teknologi tersebut dan pembuatan pabrik pre cast di negaranya.

Hermanto juga menilai para ahli konstruksi Indonesia untuk dapat mengadopsi teknologi tahan gempa yang dimiliki jepang maupun teknologi pemeliharaan gedung tua yang dilakukan Amerika Serikat.

Jepang yang memiliki kondisi geografis mirip Indonesia, dipandang memiliki keunggulan dalam sistem konstruksi bangunan tahan gempa.Sementara Amerika Serikat, Hermanto memberikan apresiasi dalam keberhasilannya melakukan renewable bangunan. Amerika saat ini memiliki banyak bangunan yang sudah berusia tua yang hal itu juga banyak terdapat di Indonesia.

"Amerika bangunannya umurnya sudah akan habis, bagaimana manajemen aset kalau bangunan menjelang habis. Ini menjadi topik penting ke depan," tandasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya