Berita

ilustrasi/net

Kesehatan

DPR Heran IBI Tak Sensitif Perjuangkan Nasib Anggotanya

SELASA, 20 AGUSTUS 2013 | 18:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kalangan DPR menyesalkan sikap pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang tidak sensitif memperjuangkan kesejahteraan dan nasib anggotanya sendiri. Hal ini dikemukakan Poempida menanggapi sikap pengurus IBI yang tidak mendukung aksi turun ke jalan yang dilakukan bidan pegawai tidak tetap (PTT), Senin kemarin (19/08).

"Kok IBI tidak sensitif memperjuangkan kesejahteraan dan nasib anggotanya sendiri?," tanya Anggota Komisi IX DPR RI, Poempida Hidayatulloh hari ini di Gedung Parlemen (20/8).

Padahal, lanjut Poempida, salah satu tujuan didirikannya IBI untuk memperjuangkan kesejahteraan anggotanya. Ia berharap, IBI yang memang banyak diurus oleh bidan PNS mempunyai rasa solidaritas yang kuat atas sesama profesinya.


Lebih lanjut ditambahkan politisi Golkar ini, IBI sebagai wadah bidan seharusnya mendukung perjuangan bidan PTT, toh selama ini bidan PTT selalu dituntut pemerintah, misalnya tentang penurunan angka kematian ibu dan bayi, mewujudkan target MDG's.

"Selama ini bidan PTT telah berjuang mati-matian demi Pemerintah. Coba bayangkan dengan gaji rendah, nasib diangkat PNS tidak jelas, tetapi harus menyelesaikan tugas begitu kompleksnya," katanya.

Ditegaskan Poempida, keinginan dari teman-teman bidan PTT melakukan aksi damai adalah hak konstitusional untuk menyatakan pendapat. "Nampaknya karena tidak diakomodasi oleh IBI, maka para bidan PTT ini harus mencurahkan aspirasinya secara terbuka di jalan," terangnya.

Poempida menambahkan, dalam menghadapi BPJS, dibutuhkan jumlah tenaga kesehatan yang memang cukup banyak. Selain itu, pemerintah pada September mendatang membuka rekrutmen calon pegawai nasional sipil (CPNS) untuk bidan.

"Yang jelas rekrutmen ini dilakukan untuk persiapan BPJS 1 Januari 2014 mendatang. Mengapa pemerintah kemudian tidak mengangkat saja bidan PTT ini yang sudah jelas dedikasinya?," tanya Poempida.

Sebagai catatan saja, banyak bidan PTT ini terpilih sebagai bidan teladan.
Seharusnya apresiasi terhadap dedikasi mereka dengan memperjelas status mereka sebagai PNS itu sangat logis.

Sebelumnya, aksi turun ke jalan yang dilakukan bidan PTT tidak mendapat dukungan dari pengurus Ikatan Bidan  Indonesia (IBI). Demo, dinilai hanya membuang energi. Sekjen IBI Yeti Irawan mengatakan demo tidak perlu dilakukan karena selama ini komunikasi antar bidan berjalan dengan baik. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya