Berita

Neta S Pane/net

Politik

IPW: Inisial H Yang Mengaku Anak Komjen Harus Ditangkap!

MINGGU, 18 AGUSTUS 2013 | 08:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Masyarakat dan jajaran kepolisian patut mewaspadai tingkah seorang lelaki berinisial H, yang mengaku sebagai anak angkat seorang jenderal bintang tiga (Komisaris Jenderal) yang bertugas di Mabes Polri. H tidak hanya menakut-nakuti masyarakat biasa tapi juga menakut-nakuti dan meminta uang kepada para perwira menengah (pamen) Polri di wilayah Jabar, Jateng, Jatim, dan beberapa di Sumatera.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Minggu (18/7).

Jelas Neta, belum lama ini pihaknya mendapat sejumlah laporan tentang adanya seorang lelaki berinisial H mengaku sebagai anak angkat seorang pejabat tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen). H lelaki asal Boyolali itu bermukim di Bekasi. Kemana-mana dia selalu membawa dua pucuk senjata api. Walau warga sipil, H selalu menakut-nakuti polisi di jajaran bawah, terutama para kapolres dan pejabat menengah di polda dan polres. H selalu mengancaman akan melaporkan pejabat polisi tersebut ke bapak angkatnya agar segera diganti dari jabatannya. Tujuan H sesungguhnya adalah memeras atau meminta uang kepada korbannya.


IPW sudah mengkonfirmasikan soal ini kepada Komjen bersangkutan yang mengatakan, sama sekali tidak mengenal H. Pejabat tinggi Polri itu berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut. Berkaitan dengan itu IPW kata Neta mengimbau masyarakat dan mencermati kasus ini agar tidak mudah tertipu oleh H.

"Jajaran kepolisian harus segera bertindak tegas dan menangkap H agar tidak banyak jatuh korban. Sebab apa yang dilakukan H sangat merusak citra Polri dan citra pejabat tinggi Polri," ujar Neta.

Sepanjang 2013 ini, kasus orang yang mengaku sebagai anak petinggi Polri atau anak jenderal sudah tiga kali terjadi. Juli lalu, Febri mahasiswa Trisakti mengaku sebagai anak Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan memaksa petugas untuk membuka portal Transjakarta di Galur, Jakpus. Awal 2013, M Ardinal yang sedang berdemo di depan Istana Merdeka bentrok dengan wartawan. Saat itu Ardinal yang juga mahasiswa Trisakti ini mengaku anak seorang Brigjen TNI. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya