Berita

achsanul qosasi/net

Politik

Achsanul Qosasi: SKK Migas Memang Rentan Suap

RABU, 14 AGUSTUS 2013 | 11:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) diakui rentan terhadap rayuan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) asing.

"SKK Migas memang sangat rentan dengan rayuan KKKS Asing, apalagi trader minyak," kata anggota Komisi XI Achsanul Qosasi dalam pesan singkatnya ke wartawan, Rabu (14/8).

Sebagai pengganti  Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Achsanul menduga SKK Migas juga dijangkiti praktik-praktik korupsi.


"Banyak info yang masuk ke Parlemen tentang permainan di BP Migas. Setelah ganti baju menjadi SKK Migas, ternyata masih terjadi," sesal politisi Partai Demokrat ini.

Sampai saat ini parlemen masih mempermasalahkan tentang Cost Recovery, tentang CSR yang tak transparan, tentang bagi hasil dan Pajak Penghasilan yang kurang berpihak ke negara dan masih dipermasalahkan oleh BPK dalam laporan tahun 2012.

"Semestinya mereka lebih menertibkan administrasi intern terkait status pengelolaan keuangan SKK Migas dan pembayaran biaya operasional Rp 1,6 triliun yang tidak melalui mekanisme APBN. Termasuk PSC (Production Sharing Contract) terhadap KKKS," terangnya.

Pada saat SKK Migas terbentuk sebenarnya semua staf di SKK Migas membenahi pola belanjanya, karena sejak 2002 Pemerintah membiayai BP Migas dengan cara mengambil langsung dari Penerimaan Migas yang sebenarnya tidak diperbolehkan. Sesuai laporan BPK, untuk 2012 saja telah digunakan US$ 34,9 miliar.

Achsanul menyatakan, bila saja penangkapan terhadap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, membuktikan ada praktik korupsi maka hal itu jadi pertanda buruk.

"Ini harus dibenahi. Jika penangkapan KPK itu betul adanya, berarti selama ini SKK Migas hanya jadi makelar, bukan kepanjangan pemerintah dalam pembenahan dan penataan Migas nasional," jelasnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya