Berita

muzakir manaf/net

Muzakir Manaf Akui Hatta Rajasa Bawa Pesan Rahasia dari Presiden

SELASA, 06 AGUSTUS 2013 | 13:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh memperpanjang masa tenang (cooling down) sampai dua bulan ke depan terhitung sejak 15 Agustus sampai dengan 15 Oktober 2013, terkait pembahasan evaluasi dan klarifikasi Peraturan Daerah (Qanun) Aceh Nomor 3 Tahun 2013, terutama soal penggunaan simbol dan lambang bendera daerah.

Entah berkaitan dengan perkembangan terakhir itu atau tidak, Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa, melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Muzakir Manaf, bersama pengurus inti Partai Aceh lainnya. Muzakir masih menjabat Ketua Umum Partai Aceh, partai terbesar di wilayah otonomi khusus itu.

Hatta dan Partai Aceh menggelar pertemuan tertutup di Gardenia Room, kompleks PT Arun, Lhokseumawe, Aceh Utara, sekitar tengah hari waktu setempat. Sebetulnya, Hatta memang sedang melakukan kunjungan kerja ke Aceh hari ini. Sebelumnya ia sempat berkunjung ke Pelabuhan Pelabuhan Krueng Geukueh dan menggelar rapat dengan Presiden Direktur PT Arun, Ikbal Hasan Saleh.


Tidak boleh ada satu wartawan pun yang diizinkan mengikuti pertemuan Hatta bersama Partai Aceh, yang kurang lebih berlangsung 20 menit itu.

Rakyat Merdeka Online bersama beberapa wartawan media massa lokal Aceh lain, mencegat Wagub Muzakir Manaf sesaat ia keluar dari ruang pertemuan. Namun, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka tersebut menutup rapat informasi.

"Saya tidak punya komentar. Yang jelas, untuk kebaikan kita," terangnya saat diminta membeberkan sedikit informasi soal materi pertemuan.

Ketika Rakyat Merdeka Online menanyakan apakah Hatta Rajasa menyampaikan pesan khusus dari Presiden SBY, Muzakir mengakuinya.

"Ada. Saya tidak boleh memberi keterangan," singkatnya.

Dia katakan, dirinya tak akan mengomentari hal-hal yang bukan wewenangnya.

"Saya tidak terlibat dalam rapat di Jakarta. Saya tidak boleh komentar apa-apa," tandas dia sambil berlalu.

Semula masa tenang berakhir 14 Agustus sehingga sempat muncul rencana pengibaran bendera Aceh secara besar-besaran di wilayah itu pada 15 Agustus.
    
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, mengatakan selama masa tenang itu, tim gabungan dari kedua pihak sepakat membentuk tim kecil yang akan merumuskan penyesuaian-penyesuaian koreksi dari Kemendagri. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya