Berita

ilustrasi/net

Inilah Dua Ancaman yang Menghantui Jakarta Saat Lebaran

SELASA, 06 AGUSTUS 2013 | 12:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Polda Metro Jaya dan Pemda DKI Jakarta perlu mewaspadai dua gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di ibukota pada saat libur Lebaran.

"Kedua ancaman serius bagi warga Jakarta itu adalah kebakaran di kawasan padat penduduk dan perampokan di kawasan perumahan mewah," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 6/8).

Berdasarkan data yang dihimpun IPW, ungkap Neta, sejak lima tahun terakhir ini kebakaran saat libur Lebaran di Jakarta terus meningkat. Lokasi kebakaran selalu terjadi di kawasan padat penduduk di Jakarta Utara dan Timur.


"Agak aneh memang, selama Ramadhan dan Lebaran, frekuensi kebakaran di Jakarta selalu meningkat dibanding bulan lainnya," ungkap Neta.

Neta merinci, Ramadhan 2010 terjadi 54 kebakaran, 2011 ada 141 kebakaran, dan 2012 ada 139 kebakaran. Di masa libur Lebaran (dua hari setelah Lebaran) pada 2010 terjadi 23 kasus kebakaran, 2011 ada 62 kasus, 2012 terjadi 27 kasus kebakaran. Kebakaran terbesar terjadi di Pondok Bambu Jakarta Timur melalap 150 dan di Kapuk Muara Jakarta Utara 300 rumah jadi abu.

Selain kebakaran, masih kata Neta, rumah kosong yang ditinggal pemiliknya juga rawan perampokan, terutama di kawasan perumahan mewah di Jakarta Barat dan Selatan. Aksi kejahatan pencurian selama libur Lebaran tahun 2011 di Jakarta mencapai 187 kasus dan 2012 terjadi 191 kasus. Namun selama ramadan 2013 terlihat menurun menjadi 18 kasus.

"Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, biasanya selama Ramadhan volume pencurian dengan kekerasan meningkat dibandingkan hari-hari biasa," jelas Neta

Neta pun mengimbau Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta untuk melakukan patroli secara intensif, terutama di kawasan-kawasan rawan dan wilayah-wilayah strategis. Denga patroli rutin, maka potensi kebakaran dan kriminalitas bisa dengan cepat dicegah ataupun diatasi.

"Sangat ironis, jika warga Jakarta sepulang mudik menemukan rumahnya sudah terbakar atau menjadi korban perampokan. Padahal sudah menjadi tugas Polda Metro Jaya dan Pemda DKI untuk melindungi warganya dengan maksimal," demikian Neta. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya