Berita

Marzuki Alie

Wawancara

WAWANCARA

Marzuki Alie: Saya Belum Tahu Pemenang Konvensi Bakal Jadi Ketum Demokrat

MINGGU, 04 AGUSTUS 2013 | 10:12 WIB

Konvensi capres Partai Demokrat digelar tidak ada kaitannya dengan ditetapkannya Anas Urbaningrum sebagai tersangka dalam kasus Hambalang.

“Ini ruang demokrasi bagi kader untuk menunjukkan kesiapannya ke publik bahwa Partai Demokrat punya capres yang bisa diandalkan,” ujar Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli mengakui, keputusan untuk menggelar konvensi capres  karena terpaksa. Itu diambil setelah Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Hambalang.


Marzuki Alie selanjutnya mengatakan, Partai Demokrat tidak kekurangan figur potensial di internal untuk diajukan sebagai capres.

 â€™â€™Kami menggelar konvensi bukan karena kekurangan tokoh,’’ ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:
 
Kenapa tidak dimunculkan saja kader itu?
Semua kader lebih banyak diam karena sungkan dan lebih memilih menunggu arahan dari Pak SBY.

Selama ini beberapa kali Pak SBY sempat meminta kadernya untuk berkampanye sebagai capres, tapi permintaan tersebut tidak direspons oleh kader.

Tapi kini berbanding terbalik setelah jalur konvensi dipilih dan resmi menjadi cara Demokrat untuk menentukan capres. Sejumlah kader internal bermunculan dan tidak ragu lagi menyatakan kesiapannya menjadi capres.

O ya, pemenang konvensi capres bakal menjadi ketua umum?
Saya belum tahu, apakah pemenang konvensi capres nantinya bakal menjadi ketum (ketua umum)  Demokrat. Sebab,  aturan konvensi kan belum semuanya jelas. Tapi sampai 2014 Ketua Umum kami masih Pak SBY.

Salah satu tujuan konvensi capres ini adalah untuk menghilangkan fatsun politik itu.
Konvensi ini dilakukan untuk membuka ruang selebar mungkin bagi kader potensial untuk menjadi capres.

Kenapa konvensi capres terkesan kurang persiapan?
Kurang persiapan bagaimana. Apa karena Komite Konvensi dan aturan-aturannya belum jelas maksudnya. Menurut saya tidak tepat jika ada anggapan kurang persiapan karena hal-hal tersebut.

Saat ini kan semuanya sedang dalam proses. Sabarlah, ini kan memang belum dimulai. Janganlah main kritik sembarangan.

Konvensi capres itu kan bukan main-main, butuh persiapan. Lagipula kalau dilakukan terburu-buru tidak efektif.
 
Anggota Komite yang ditunjuk masih berbeda pendapat soal tata caranya, ini bagaimana?
Ya, biarkan saja. Komite itu kan memang belum secara resmi dibentuk. Ketentuan-ketentuan lainnya pun masih dalam proses. Begitupun dengan peserta konvensi. Sekarang kan Demokrat masih mencari siapa saja pesertanya.

Siapa saja yang sudah diajak sih?
Saya kurang tahu siapa saja yang akan diajak dan kapan ditetapkannya. Sebab, saya bukan bagian dari panitia. Sabar saja, semua ada waktunya.
 
Kan waktunya sudah mepet?
Belum kok, masih cukup waktunya. Ini semua kan sudah dalam proses, dan hampir siap. Tidak usah terburu-buru.  Idealnya kan September mulai digelar. Kalau mulai September para kandidat yang mendaftar akan memiliki waktu yang cukup untuk mengkampanyekan diri.
 
Tapi kan ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan dari  banyak kalangan?
 Ya biar saja. Kalau mereka bertanya-tanya berarti mereka peduli dengan konvensi capres Demokrat. Asal jangan main kritik sembarangan. Konvensi capres itu kan bukan main-main, butuh persiapan. Lagipula kalau dilakukan terburu-buru tidak efektif, dan dana yang dikeluarkan juga relatif besar.
 
O ya, kenapa Anda ikut konvensi?
Saya melihat Indonesia memiliki persoalan yang sangat kompleks, mulai dari konflik agama hingga penegakan hukum. Konflik agama terjadi karena masyarakat kurang diberi kesadaran bahwa, Indonesia ini didirikan bukan berdasarkan negara Islam atau negara suku. Tapi negara Indonesia yang membawahi semua suku, agama, etnis dan bahasa.

 Sementara dalam hal penegakan hukum ini kita rasakan masih jauh dari harapan. Masih ada intervensi kekuasaan, dalam arti bukan pemerintah, tapi oknum DPR pun kadang-kadang intervensi. Akibat intervensi itu lembaga penegak hukum tidak bisa bersikap konsisten, sehingga wajar jika penegakan hukum ini menurut masyarakat tidak adil.

Menyadari rumitnya masalah yang dihadapi bangsa ini, saya terpanggil untuk ikut secara aktif memperbaiki kondisi tersebut. Saya pun bermimpi bisa mewujudkan Indonesia baru. Karenanya saya ingin ikut konvensi penjaringan capres Demokrat.

Apa tidak khawatir menimbulkan faksi di tubuh partai kalau Anda ikut konvensi?
Hal seperti ini janganlah selalu dilihat sebagai persaingan. Saya dan kader Demokrat lainnya adalah keluarga besar Partai Demokrat. Menurut saya, semakin banyak yang ikut, itu semakin baik untuk partai. Semakin banyak calon berkulitas, berarti semakin banyak alternatif yang dapat dipilih rakyat. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya