Berita

Kapal Perang TNI AU/net

LEBARAN 2013

Kurangi Macet, Maksimalkan Kapal Perang dan Pesawat Herkules TNI AU Angkut Pemudik

MINGGU, 04 AGUSTUS 2013 | 09:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pagar betis di sepanjang jalur mudik, khususnya di Pantura Jawa yang dilakukan pihak Kepolisian diapresiasi. Mulai dari kawasan Kalimalang, Jakarta Timur hingga kawasan Semarang, Jawa Tengah, pagar betis dilakukan Polri untuk menghindari kecelakaan lalulintas dan jatuhnya korban.

Dari data Indonesia Police Watch (IPW), di sepanjang jalur mudik dari Kalimalang hingga ke perbatasan Jabar-Jateng setidaknya ada 40 titik daerah rawan kecelakaan. Kawasan rawan itu akibat jalanan rusak atau jalanan tambal sulam. Sejak mulai dari depan Mesjid Al Azhar Kalimalang, pemudik pengguna sepeda motor sudah terancam kecelakaan. Perbaikan jalan yang belum selesai dan ditinggal begitu saja terhampar sepanjang 1 km.

"Kondisi ini makin parah karena banyaknya jalanan tambal sulam," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Minggu (4/8).


Neta berharap musim mudik tahun jangan sampai menjadi "ladang pembantaian" di jalanan, terutama bagi pemudik bersepeda motor. Seharusnya, pemerintah kata dia mempunyai strategi khusus untuk mengurangi kepadatan Pantura, misalnya dengan mengangkut pemudik melalui jalur laut dengan mengerahkan seluruh kapal perang TNI AL dari Tanjungpriok dan jalur udara mengerahkan seluruh pesawat herkules TNI AU dari Halim Perdanakusuma.

"Sayangnya, hal itu tidak dilakukan pemerintah dengan maksimal," terangnya.

Padahal kata dia seperti keterangan tertulisnya, melihat situasi yang ada seharusnya pemerintah menerapkan "darurat mudik" sehingga segenap kekuatan militer dan sipil dikerahkan untuk mengurangi kepadatan Pantura. Meskipun sudah melakukan pagar betis, Neta menilai, Polri tidak cukup kuat untuk mengawal kepadatan Pantura. Sebab kepadatan Pantura dari tahun ke tahun makin tidak terkendali.

"Peningkatan pemudik sepeda motor rata-rata sebesar 12 persen setiap tahun. Untuk itu perlu ada upaya maksimal dari pemerintah mengurangi kepadatan Pantura, sehingga kecelakaan dan korban jiwa di Pantura bisa diminimalisir," tandas Neta. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya