Berita

Gita Wiryawan/net

Politik

Gita Wiryawan Semakin Ambisius dengan Memfitnah Mahasiswa

MINGGU, 04 AGUSTUS 2013 | 07:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Serangan balik Menteri Perdagangan Gita Wiryawan kepada Lingkar Studi Mahasiswa Indonesia (Lisuma) ternyata semakin membongkar keburukan bahkan sifat ambisius seorang Gita Wiryawan. Isu pendemo yang dibayar dalam kaitannya aksi jalanan LISUMA pada pekan lalu, ternyata hasil rekayasa dan media yang memuat rilis tersebut menjadi korban etika pers dari tulisan yang dimuat.

Demikian diungkapkan Sekjen Lisuma, Dhika Yudistira melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pagi ini, (MInggu, 4/8).
         
Dijelaskan Dhika, begitu Lisuma dalam aksi Gerakan Sembako Mahal (GSM) mendapat serangan pemberitaan negatif di berbagai media tentang pendemo bayaran, dirinya segera mengontak jaringan media yang dimiliki untuk mengklarifikasi berita tersebut. Klarifikasi itu berangkat dari pola berita sama yang dimuat oleh media yakni nara sumber yang sama dengan bayaran.
 

 
Lebih lanjut Dhika sudah mengecek narasumber dan nama yang disebut tidak ada. Keanehan lain adalah, penulisan berita menggunakan pola yang sama. Padahal rekan-rekan wartawan dalam menulis berita pasti selalu menggunakan angle yang kuat tetapi berbeda terutama dalam narasumber.

"Bagaimana mungkin wartawan mewawancarai hanya satu orang narasumber saja dengan pola pemberitaan yang sama. Itu katanya wawancara langsung. Gita belum menjadi presiden saja sudah melakukan pembohongan publik bagaimana kalau menjadi presiden," ujarnya.
 
Lisuma kemudian melalui bidang risetnya menelusuri jejak rekam aksi demo terhadap Gita Wirjawan yang pernah terjadi. Pada pemberitaan demo petani 12 September 2012, digunakan pola yang sama yaitu “pendemo dibayar”. Dan kali ini juga, Lisuma diserang berita negatif dengan konten “pendemo dibayar”.
 
"Kami sudah tahu siapa yang melakukan kampanye negatif tersebut berdasarkan informasi jaringan media kami. Orang tersebut berinisial KS. Kali ini Lisuma yang menjadi korban penggembosan, padahal kami murni gerakan rakyat," terang Dhika.
 
Masih kata dia, sungguh ironis seorang mentri perdagangan melakukan sebuah serangan balik melalui media dengan memfitnah pihaknya adalah masa bayaran, di saat berteriak karena tercekik harga-harga sembako semakin mahal. Dan dalam aksi Lisuma pun tidak pernah mengangkat mengenai dia mau mencalonkan diri sebagai presiden pada 2014 nanti ataupun mengenai konvensi partai demokrat, karena aksi Lisuma murni mengenai mahalnya harga sembako dan kebijakanya yang instan dan tidak pro rakyat ataupun pro produk lokal.

"Dengan cara dia menfitnah kami dan menggiring isu mengenai pencalonan dia 2014 malah semakin terlihat ambius seorang Gita Wirjawan. Baru jadi mentri saja didemo masyarakat sudah menfitnah melalui media apalagi kalau jadi Presiden. Saya yakin pun saat ini masyarakat sudah cerdas saat ini," jelas Dhika.

"Sangat disayangkan Gita wirjawan malah memfitnah di beberapa media terkait kami masa bayaran, padahal itu jelas kebohongan karena tidak ada nama orang (Arda) dalam wawancara rillis tersebut, terus tidak ada yang merasa diwawancara.
Hari ini nama Lisuma menjadi tercoreng di dunia gerakan. Banyak pesan BMM bermuncula serta Twitter saya diserang habis-habisan karena dituduh demonstran bayaran. Padahal kami murni untuk rakyat," tambahnya.

Dhika mengahiri, pihaknya tak akan berhenti walaupun difitnah atau sekalipun kami masuk teralis besi, asalkan masyarakat tidak semakin tercekik oleh harga sembako yang meroket karena kebijakan-kebijakan Gita Wirjawan yang instan.

"Kami akan terus turun ke jalan dan akan semakin banyak. Saya percaya kebenaran akan menang dan kebohongan akan terbongkar," pungkasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya