Berita

foto: AP

Dunia

Anggota DPR Saling Jotos Saat Bahas PLTN

SABTU, 03 AGUSTUS 2013 | 13:24 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Para anggota DPR saling siram dan adu jotos menjelang pemungutan suara untuk memutuskan kelanjutan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang keempat di tengah pro dan kontra.

Konflik fisik pecah kemarin (Jumat, 3/8), antara anggota parlemen Partai Nasionalis yang berkuasa, melawan "pasukan" anti-nuklir yang berafiliasi dengan Partai Progresif Demokratik, yang sangat keberatan dengan ide referendum nuklir di Taiwan.

Di Taiwan, kejadian saling pukul antar anggota DPR di tengah rapat yang sengit sudah biasa terekam kamera. Dilaporkan Associated Press (Sabtu, 3/8), sekitar sepuluh orang saling dorong, sementara yang lainnya mencoba untuk memisahkan mereka.


Pembangunan PLTN keempat ini telah dimulai pada tahun 1997, namun dihentikan sementara karena Partai Progresif berkuasa pada tahun 2000 dan 2008.

Setelah Partai Nasionalis kembali berkuasa, RUU Pembangunan PLTN ini kembali dikampanyekan.  Partai Nasionalis yang menguasai 113 kursi di parlemen memastikan rencana tersebut lolos.

Tenaga nuklir telah lama menjadi isu perdebatan di Taiwan. Hal ini lantaran PLTN dianggap memiliki resiko keamanan tinggi, terlebih Taiwan merupakan negara pulau yang rawan gempa. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya