Berita

foto: net

Mulai Tak Dapat Seat Hingga Delay Tanpa Kompensasi, Penumpang Lion Air Kecewa

JUMAT, 02 AGUSTUS 2013 | 19:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penumpang maskapai Lion Air tujuan Pontianak yang akan bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, kecewa berat. Alasannya, mulai dari tidak kebagian kursi, hingga penundaan keberangkatan tanpa alasan yang jelas.

Kepada Rakyat Merdeka Online pada pukul 18.00 tadi (Jumat, 2/8), salah seorang penumpang, Andi Syafrani, menceritakan apa yang ia alami.

Dia menjelaskan, sedianya mereka take off pada pukul 12.50 WIB. Syafrani bersama empat orang anggota keluarganya, salah seorang masih bayi. "Tapi pas chek in, kami hanya dapat tiga seat. Mestinya empat. Karena satu masih bayi," ujar Syafrani, yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.


Sebelum mereka, Syafrani juga menyaksikan ada penumpang lain yang protes. Masalahnya sama, rombongan berjumlah enam orang, tapi hanya dikasih tiga seat.

Syafrani pun juga protes. Petugas akhirnya mengalihkan mereka ke penerbangan pukul 13.50 WIB dengan nomor pesawat JT0714. Tepat sekitar pukul 13.20 WIB mereka sudah berada di ruang tunggu.

Tapi tiba-tiba, sekitar kurang lebih 10 menit kemudian, terdengar pengumuman bahwa pesawat delay dan baru akan berangkat sekitar pukul 17.00 WIB. "Para penumpang pun bereaksi lalu mendatangai pihak yang bertanggung jawab dari Lion Air. Ada sekitar 20 orang," jelas Syafrani.

Mendengar protes, pihak manajemen Lior Air pun berjanji kalau delay selama empat akan membayar Rp 300 ribu per penumpang sesuai Peraturan Menteri Perhubungan 77/2011 tentang asuransi keterlambatan, bagasi hilang serta kecelakaan.

"Persis pukul 17.20 WIB, belum ada pengumuman (pesawat akan berangkat). Penumpang datang lagi. Sesuai perjanjian, harus dikasih kompensasi," jelasnya.

Tapi, celakanya, pihak Lion Air tidak memberikan kompensasi. Alasannya, karena tadi buru-buru boarding jadi tidak ada pengumuman. Mendengar penjelasan tersebut, salah seorang ibu-ibu merebut mic dari petugas karena kesal.

"Sampai saat ini kami masih bertahan di ruang tunggu. Ada puluhan (penumpang) disini menanti kepastian hak. Ini bukan persoalan uang tapi komitmen dari maskapai Lion Air. Mereka menciderai janji, mereka semena-mena," kesal Syafrani. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya