Berita

sriwijaya air/net

Sriwijaya Air Minta Maaf dan Janji Berhentikan Pilot yang Menolak Tunanetra

KAMIS, 01 AGUSTUS 2013 | 16:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pihak Sriwijaya Air langsung merespons surat pembaca Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) yang memprotes perlakuan pilot mereka, atas nama Kapten Pery, dalam penerbangan Jakarta-Surabaya kemarin pagi (Rabu, 31/7).

Kapten Perry dianggap telah melecehkan seorang penumpang tunanetra, Deny Yen Martin Rahman. Deny diturunkan kembali dari kabin pesawat oleh Kapten Pery. Ia menolak untuk menerbangkan pesawat setelah mengetahui Deny tidak memiliki pendamping.

Kapten Pery memberi alasan bahwa hal tersebut bertentangan dengan peraturan yang sekarang berlaku.


Surat protes dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) yang tersiar di media massa ditanggapi oleh Sriwijaya Air setelah surat Pertuni dan surat pengaduan Denny Yen Martin sampai ke Direktur Operasional Sriwijaya Air.

Pihak Sriwijaya Air langsung mengadakan pertemuan membahas kasus penolakan pilot mereka menerbangkan Denny.

Hasilnya, pihak Sriwijaya Air berjanji untuk berkunjung ke kantor DPP Pertuni  membawa serta seluruh cabin crew yang bertugas saat terjadinya insiden penolakan sekaligus untuk meminta maaf

Selain itu, pihak Sriwijaya Air akan memberhentikan pilot tersebut karena dinilai telah melakukan pelanggaran hukum.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya