Berita

ilustrasi/net

Pembangunan JSS Khianati Hakikat Negara Kepulauan!

KAMIS, 01 AGUSTUS 2013 | 06:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS)berbanding terbalik dengan kondisi Indonesia sebagai Negara Kepulauan. Dalan Negara Kepulauan, laut merupakan penghubung antar-pulau, dan bukan pemisah antar-pulau.

Karena itu, secara tegas Indonesia Maritime Institute (IMI) menolak pembangunan JSS ini. Direktur IMI, Y Paonganan, mengatakan pembangunan JSS yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini diperkirakan akan menelan dana 200 an trilyun. Dan pembangunan JSS adalah bentuk pengkhianatan tehadap NKRI sebagai negara kepulauan yang harusnya mengedepankan strategi maritim dalam membangun negara ini.

"Seharusnya yang dilakukan adalah meningkatkan infrastruktur maritim di Selat Sunda seperti penyebarangan Merak-Bakaehuni dan merampungkan pembangunan PIB (Pelabuhan Internasional Bojonegara) di Serang Banten," kata Paonganan, Rabu malam (31/7).


Bahkan lanjut Paonganan, JSS juga akan menghalangi ALKI Selat Sunda yang merupakan amanat dari UNCLOS 82 sebagai konsekuensi dari dicetuskannya Deklarasi Djuanda 1957. "Pemerintah jangan terlalu yakin dan ambisius dengan pembangunan  JSS, perlu dipertimbangkan faktor-faktor lainnya yang kemungkinan justru akan mempermalukan Indonesia di mata Internasional," ungkapnya.

Selain itu, Ongen, kerap Paonganan disapa, menambahkan kerawanan gempa di Selat Sunda sudah diwanti-wanti oleh pakar geologi. Aspek oseanografi juga harus diperhatikan dalam  pembangunan JSS yang bisa berpotensi mengubah pola arus yang akan berimplikasi terhadap kehidupan biota laut yang ada diperairan Indonesia.

"Penolakan kami bukan tanpa sebab, karena JSS merugikan semua sektor," tandas Ongen. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya