Berita

rusdi kirana/net

Prof. Ahmad Mubarok: Bos Lion Air Belum Pasti Ikut Konvensi

RABU, 31 JULI 2013 | 13:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Bos Lion Air Rusdi Kirana santer diberitakan termasuk salah satu tokoh yang bakal diundang oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat SBY untuk ikut konvensi penjaringan calon presiden.

Aggota Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga sudah menyatakan siap ikut konvensi, Prof. Ahmad Mubarok belum bisa memastikan hal tersebut. "(Rusdi Kirana) Belum pasti (akan diundang)," ujar Mubarok singkat kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 31/5).

Isu Rusdi Kirana bakal ikut konvensi mencuat setelah terendus kabar pada Mei lalu dia menghadiri acara pembekalan seluruh calon anggota legislatif DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi maupun pusat daerah pemilihah Sulawesi Selatan, Mei lalu, yang diisi oleh Sjarief Hasan.


Sjarief Hasan sendiri tak menampik hal tersebut. "Saat di Makassar (Rusdi Kirana) sebagai tamu untuk (jadi) contoh kesuksesan lewat kerja keras yang didukung ekonomi Indonesia yang diakui dunia sangat bagus," jelas Ketua Harian Partai Demokrat ini.

Meski begitu, belum ada komunikasi antara dirinya dengan Rusdi Kirana. "Komunikasi terus ada. Tapi soal konvensi, nggak ada," sambung Menkop dan UKM ini.

Sebelumnya disebutkan, pada konvensi capres Demokrat ini, diperkirakan akan terjadi duel keras antara Gita Wirjawan, Chairul Tanjung dan Rusdi Kirana kalau memang mereka jadi maju.

"Anggapan saya tersebut sangat wajar karena mereka bertiga memiliki kemampuan yang lengkap. Terbukti mampu membangun bisnisnya sukses, seperti Gita Wirjawan dengan Ancora Grupnya, Chairul Tanjung dengan Trans Corpnya, dan Rusdi Kirana dengan Lion Air Grupnya," ujar Board of Advisor CSIS, Jeffrie Geovanie.

Ketiga pengusaha sukses itu, bila sudah memutuskan mengikuti konvensi, pastilah akan all out. "Karena mereka pada dasarnya bisa berhasil di bisnisnya karena mereka adalah petarung-petarung tangguh," kata pengamat yang pertama kali menyarankan partai politik menggelar konvensi menyongsong 2014 ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya