Berita

foto: net

Giliran WNI dari Rusia Dukung Pembubaran Densus Antiteror

RABU, 31 JULI 2013 | 06:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebagai satuan khusus di Kepolisian Negara Republik Indonesia,
Detasemen Khusus 88 pastinya memiliki kemampuan investigasi yang tinggi. Tapi sayang, dalam praktik di lapangan Densus Antiteror tersebut sering ceroboh.

Kasus terbaru misalnya, penangkapan dua pengurus Muhammadiyah Mugi Hartanto dan Sapari. Beruntung, Muhammadiyah langsung merespons dan memberikan advokasi hingga keduanya dibebaskan.

"Alhamdulilah berkat rahmat Allah, kedua kader Muhammadiyah telah dibebaskan karena terbukti Densus 88 salah tangkap. Kami meminta Densus 88 merehabilitasi nama baik Sapari dan Mugi Hartanto," ujar Ketua Umum Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Rusia, Kusen, dalam pernyataan tertulis yang diterima pagi ini (Rabu, 31/7).

"Alhamdulilah berkat rahmat Allah, kedua kader Muhammadiyah telah dibebaskan karena terbukti Densus 88 salah tangkap. Kami meminta Densus 88 merehabilitasi nama baik Sapari dan Mugi Hartanto," ujar Ketua Umum Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Rusia, Kusen, dalam pernyataan tertulis yang diterima pagi ini (Rabu, 31/7).

Dalam amatan Kusen, ketidakprofesionalan Densus 88 bukan hanya kali ini saja. Hampir tiap kali ada operasi Densus 88, selalu saja menimbulkan masalah baru. Karena itu tidak heran banyak ormas-ormas yang menutut pembubaran Densus 88.

"Karena itu, PCIM juga mendukung sepenuhnya langkah PP Muhammadiyah yang mendesak pembubaran Densus," tandasnya dalam siaran pers yang juga ditandatangani Sekretaris PCIM Rusia, Indra Kurniawan. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya