Berita

alex noerdin/net

PILGUB SUMSEL

Gugatan Disesalkan, di Tempat Pemungutan Ulang Justru Alex Noerdin Kalah

SELASA, 30 JULI 2013 | 21:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan digelar pemungutan ulang pemilihan gubernur Sumatera Selatan di beberapa kabupatan/kota terasa aneh. Karena di daerah-daerah yang digelar pemungutan ulang itu justru pasangan pemenang pilgub yang digelar pada 6 Juni lalu kalah telak.

Daerah yang digelar pemungutan ulang itu adalah seluruh TPS di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur; seluruh TPS di Kabupaten Ogan Komering Ulu; seluruh TPS di Kota Palembang; seluruh TPS di Kota Prabumulih; dan Seluruh TPS di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

"Anehnya, wilayah tersebut adalah wilayah di mana pasangan nomor 4 kalah. Wilayah di mana lawan mendulang keunggulan tinggi, bahkan hingga 82 persen seperti di Kabupaten OKUT," jelas Direktur Lembaga Pengembangan Otonomi Daerah (LPOD) Yudha Firmansyah dalam keterangannya (Selasa, 30/7).


"Pertanyaannya, bagaimana mungkin pasangan nomor 4 curang di OKUT sementara perolehan suaranya kosong di banyak TPS? Bagaimana mungkin nomor 4 melakukan pelanggaran jika bergerak sedikit saja diancam begitu rupa? Jika bukan karena rekayasa, akal sehat mustahil menerimanya," sambung Yudha.

Pilgub Sumsel diikuti empat pasangan calon. Pasangan nomor urut 1 Eddy Santana Putra-Anisja Djuwita Supriyanto;  nomor urut 2 Iskandar Hasan-Hafisz Tohir; nomor urut 3 Herman Deru-Maphilinda Boer (DerMa), dan pasangan nomor urut 4 Alex Noerdin-Ishak Mekki.

Pilgub tersebut dimenangkan pasangan inkumben, yaitu Alex Noerdin-Ishak Mekki. Tapi, pasangan Herman Daru dan Maphilinda Boer memperkarakan penggunaan dana bantuan sosial tahun 2013 senilai Rp 70 miliar oleh pasangan inkumbent untuk membeli sepeda motor kepada 3 ribu petugas Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (P3N) dan pembuatan harian umum gratis menjelang pilkada.

Yudha Firmansyah juga sebenarnya menyesalkan gugatan tersebut. Karena, sebelum pemilihan, semua calon gubernur dan wakil gubernur telah melakukan ikrar pemilu damai. Isinya, semua sepakat mengikuti pemilukada dengan damai serta sepakat untuk siap menang dan siap kalah. "Masyarakat Sumsel pun senang melihat calon pemimpinnya bersikap ksatria. Tak ada tanda-tanda saling benci. Masing-masing justru bangga dengan dukungannya. Aura optimisme nampak nyata dalam senyum persaudaraan antar sesama," ungkapnya.

Namun sayang, sikap ksatria itu ternyata palsu. Ikrar yang diucap sekadar pemanis bibir saja. Berikrar bukan lantaran berjiwa besar, melainkan karena ingin tampak perkasa di depan layar. "Terbukti, beberapa detik setelah pemilihan, saat pasangan nomor 4 dinyatakan menang menurut hitungan cepat (quick count), banyak pasangan teriak ingin menggugat ke MK. Mereka 'murtad' dari kebenaran bahwa 'suara rakyat adalah Tuhan," kesalnya.

Menurutnya, pemilihan ulang ini justru jutaan rakyat yang menjadi korban. Karena energi yang seharusnya difokuskan untuk kemajuan pembangunan terganggu. Padahal sejatinya, masyarakat Sumsel tinggal menanti kelanjutan pembangunan yang jauh hari sudah direncanakan.

"Tidak hanya itu, kekayaan rakyat Sumsel juga terkuras. Betapa tidak, untuk melaksanakan pemungutan suara ulang KPU butuh biaya sebesar 50 miliar. Belum lagi ditambah biaya pemilihan sebelumnya yang mencapi 94 milyar. Jika dikalkulasi, uang rakyat yang dihabiskan kurang lebih 150 miliar," tandasnya.  [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya