Berita

dahlan iskan/net

Ini Alasan Dahlan Iskan Ganti Dirut PT Pos

SELASA, 30 JULI 2013 | 18:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akhirnya mengungkap alasan kenapa tidak memperpanjang penugasan I Ketut Mardjana sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia.

"Karena usianya sudah 62 tahun, batasnya kan sampai usia 58 tahun," ujar Dahlan di Kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (30/7).

Dahlan sebenarnya sempat ngotot ingin mempertahankan Ketut karena kinerjanya sangat baik dalam memimpin PT Pos.


"Saya sempat ngotot agar diperpanjang masa tugasnya, karena ide dan prestasinya dia bagus. Saya pengen dia lagi yang pimpin Pos, tapi ternyata alasan saya tidak cukup kuat untuk melanjutkan," papar dia, seperti dilansir JPNN.

Kebetulan, kata Dahlan, ada calon yang dinilai bisa menggantikan Ketut dengan usai yang masih terbilang muda.

"Seandainya kalau kita cari pengganti dan tidak ada yang bagus, maka saya akan tambah ngotot pertahankan Ketut. Kebetulan ada calon yang jauh lebih muda. Itu (Budi Setiawan-red) kadernya Pak Ketut sendiri," tutur bekas Dirut PLN ini.

Kemarin, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mengganti Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana. Pria asal Denpasar, Bali ini diberhentikan dengan terhormat karena masa jabatannya telah habis.

Hal itu telah diputuskan sesuai keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Nomor Kep-316/MBU/2013 tentang pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan dan pengalihan tugas anggota-anggota direksi perusahaan perseroan.

"Memberhentikan dengan hormat Sdr I Ketut Mardjana sebagai Dirut PT Pos yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-142/MBU/2008 tanggal 25 Juli 2008," begitu isi surat keputusan itu.

Jabatan Ketut saat ini digantikan oleh Budi Setiawan yang semula menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan Pos Indonesia sesuai Kep-167/MBU/2009 tanggal 11 Agustus 2009 dan KEP-127/MBU/2011 tanggal 25 Juli 2011. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya