Berita

patrialis akbar/net

SBY harus Batalkan Pengangkatan Patrialis Akbar sebagai Hakim MK

SELASA, 30 JULI 2013 | 16:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Mahkamah Konstitusi mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan penunjukkan Patrialis Akbar sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dari unsur pemerintah menggantikan Achmad Sodiki yang segera pensiun.

Anggota koalisi dari LBH Jakatra, Alfon mengatakan informasi terakhir yang dia terima menyebutkan, Keputusan Presiden (Kepres) penunjukkan Patrialis sudah diterbitkan Senin (29/7) siang.

"Sumber saya menyebutkan Kepresnya sudah keluar kemarin siang. Mudah-mudahan belum, tapi kalau sudah ini melanggar konstitusi," katanya dalam konferensi pers di kantor LBH Jakarta, Selasa (30/7).


Seperti dikutip dari JPNN, Alfon menyebutkan koalisi mempertanyakan penunjukan Patrialis Akbar sebagai hakim MK karena pencalonannya dinilai cacat hukum. Sebab prosesnya telah melanggar UU MK. Di mana pasal 19 UU MK mengatur, pencalonan hakim konstitusi harus dilaksanakan secara transparan dan partisipatif.

"Ini dimaksudkan agar masyarakat luas bisa ikut serta secara aktif, tahu setiap prosesnya dan dapat berperan aktif memberi masukan atas calon yang diajukan DPR, MA, maupun Presiden," jelasnya.

Kemudian, koalisi menilai figur Patrialis Akbar sangat dikenal publik sebagai politisi Partai Amanat Nasional (PAN), sehingga muncul pertanyaan dari koalisi apakah Patrialis Akbar mewakili pemerintah atau partai politik.

"Muncul kecurigaan publik bahwa penunjukan Patrialis Akbar ini bentuk 'kompensasi' politik Presiden SBY atas pencopotan Patrialis sebagai Menteri Hukum dan HAM beberapa waktu lalu," tegasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya