Berita

Nusantara

BANJIR AMBON

4.390 Jiwa Mengungsi, Pencarian Lima Korban Hilang Masih Diteruskan

SELASA, 30 JULI 2013 | 16:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Hingga pukul 17.00 WIT (Selasa, 30/7), penyelamatan, pencarian dan evakuasi korban banjir dan longsor di Kota Ambon, Maluku, masih terus dilakukan. Sebelumnya dilaporkan bahwa korban jiwa dalam bencana ini mencapai 8 orang dan korban yang masih hilang tercatat 5 orang.

Daerah yang mengalami bencana Desa Laha, Desa Hative Besar, Desa Rumah Tiga, Kelurahan Batu Gajah, Kelurahan Amahutu, Kelurahan Air Mata Cina, Kelurahan Ponegoro, Dusun Eri, Desa Silale Latuhalat, Desa Panu, Kelurahan Waihuka dan Desa Batu Merah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melaporkan kembali bahwa korban jiwa 8 orang itu terpencar di Desa Ahuru sebanyak 2 orang, Desa Galunggung (Batu Merah) sebanyak 1 orang, Kelurahan Batu Gajah sebanyak 2 orang, Dusun Eri sebanyak 1 orang dan Tanah Tinggi sebanyak 2 orang (tanpa identitas).


Sedangkan enam orang yang meninggal dan sudah diidentifikasi bernama Helmi Kapitan (33), Mei Kapitan (17), Rahmat alias Onyong (2), Jumail (3), Yopi (20), dan Joseph Finyain (32)

Sementara korban hilang berjumlah 5 orang yakni 1 orang di Ahuru, 1 orang di Batu Gajah dam 3 orang di Batu Meja.

Sedangkan korban luka-luka dan dirawat karena luka ringan adalah 12 orang (rawat jln) dan luka berat 16 orang (dirawat).

Untuk total pengungsi berjumlah 878 KK atau 4390 jiwa. Rinciannya di Desa Laha 68KK/412 jiwa, Desa Hative Besar 19KK/76 jiwa, Desa Rumah Tiga 11KK/45 jiwa, Kelurahan Batu Gajah, Kelurahan Amahusu 10KK/50 jiwa, Kelurahan Air Mata Cina 68KK/380 jiwa, Kelurahan Ponegoro 167KK/420 jiwa, Dusun Eri 19KK/90 jiwa, Desa Panu 389KK/1890 jiwa dan Kelurahan Waihuka 9KK/48 jiwa.

Total rumah tergenang adalah 878 unit, rumah rusak berat 50 unit, rumah rusak sedang 30 unit, jembatan amblas 3 unit talud amblas 200 meter dan jalan amblas 30 meter

BNPB, BPBD, TNI, Polri, PMI, Tagana, Basarnas, SKPD terkait, relawan dan masyarakat bersama-sama melakukan penanganan darurat dengan terus melakukan pendataan, koordinasi dengan camat, penanganan untuk korban meninggal dunia dan hilang, serta pembersihan sisa lumpur.

Sementara ini, kendala yang didapatkan petugas di lapangan adalah alat untuk pencarian, penyelamatan dan evakuasi terbatas. Selain itu komunikasi sulit dilakukan, ditambah lagi dengan akses ke lokasi longsor terhambat. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya