Berita

sby/net

Soal Mundur Karena Ikut Konvensi, Gita Tunggu Instruksi SBY

SENIN, 29 JULI 2013 | 23:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan belum mengetahui aturan khusus untuk menteri yang mengikuti konvensi.

Karena itu, kata Gita di Istana Negara, Jakarta, (Senin, 29/7), dia belum dapat memastikan apakah akan cuti dari jabatannya jika ikut hajatan untuk menjaring calon presiden yang digelar partai SBY.

Makanya, sejauh ini Gita masih tetap menjalankan tugasnya di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II hingga ditentukan aturan khusus menteri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, Gita berjanji, dia tidak akan melakukan apapun yang bisa menjadi benturan kepentingan.


Kemarin, Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan sebelumnya mengisyaratkan Presiden SBY tidak ingin kinerja pemerintahan terganggu gara-gara pelaksanaan konvensi. Makanya, untuk para menteri dan pejabat publik yang akan ikut konvensi, akan diwajibkan mundur dari kabinet atau cuti agar tidak mengganggu kerja pemerintahan.

Dorongan yang sama disampaikan Board of Advisor CSIS, Jeffrie Geovanie beberapa hari sebelumnya. Menurutnya, dalam beberapa bulan ke depan ini, Gita seharusnya segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah di Kemendag.

"Karena setelah itu Gita Wirjawan mesti konsentrasi mengikuti konvensi. Dan menurut saya akan sangat bijaksana bila Gita Wirjawan setelah cepat merampungkan tugas-tugas di Kemendag, ikhlas untuk mengundurkan diri sebagai menteri," ungkap Jeffrie sambil menambahkan hal itu sangat positif dan sekaligus menjadi teladan dan contoh buat pejabat-pejabat lain. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya