Berita

din syamsuddin/net

Din Syamsuddin Minta Terorisme Militer di Mesir Dihentikan

SENIN, 29 JULI 2013 | 14:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan apa yang terjadi di Mesir saat ini adalah sebagai tindakan terorisme militer kepada warganya.

Hal itu dikatakan Din dalam konferensi pers ormas dan lembaga Islam di Jakarta, Senin (29/7), terkait perkembangan politik Mesir.

"Pembantaian di Mesir dilakukan oleh militer dan karena itu tindakan tersebut sebagai bentuk terorisme oleh militer. Ini harus dihentikan," kata Din.                        


Pihaknya meminta lembaga-lembaga dunia seperti OKI, Liga Arab dan PBB mengambil langkah konkret untuk menghentikan kekerasan militer terhadap rakyat sipil, dan mencari jalan keluar krisis Mesir.                      

"Saya minta semua pihak, terutama badan-badan internasional, berbuat nyata mencegah pembantaian lebih besar lagi," ujarnya.

Din juga mengecam intervensi asing, terutama negara-negara adidaya, dalam krisis di Mesir. Intervensi asing, kata dia, hanya akan memperburuk kondisi negeri itu.

Diberitakan, tentara dan polisi Mesir menyerang demonstran di bundaran depan Masjid Rabiah Adawiyah di Kota Kairo, pada Sabtu dini hari waktu setempat. Tempat unjuk rasa warga pendukung presiden terguling Mohamed Moursi pun banjir darah, 120 orang tewas dan lebih seribu orang terluka.

Sementara informasi yang rilis pihak Departemen Kesehatan Mesir, menyebutkan jumlah korban tewas dalam bentrokan antara kelompok pendukung dan penentang mantan Presiden Mohamed Morsi, di Kairo meningkat menjadi 72 orang.

Sementara itu, sekitar 792 orang terluka dalam kedua insiden yang berlangsung di hari Jumat dan Sabtu pagi. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya