Berita

Rachel Dougall/net

Kesaksian Rachel Dougall soal Lapas di Bali Benar-benar Mencoreng Muka Indonesia

SENIN, 29 JULI 2013 | 08:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kesaksian Rachel Dougall yang membuka buka borok penjara Bali di media-media Inggris benar-benar mencoreng muka Indonesia.

Memang, kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsy, apa yang diungkapkan wanita berusia 40 tahun itu bukanlah barang baru. Apa yang disampaikan Rachel Dougall juga klop dengan kesaksian mantan isteri simpanan Freddy tentang kondisi Lapas Cipinang. Dan kemungkinan besar, meskipun selalu dibantah pemerintah, kondisi ini juga terjadi di Lapas yang lain.

Rachel Dougall, yang merupakan warga Inggris, mengatakan bahwa saat dihukum selama satu tahun penjara di Bali karena kasus penyelundupan kokain senilai Rp 25 miliar, ia benar-benar menderita. Saat di penjara, ia sering dipukul dan ditendang oleh tahanan yang lain. Rachel Dougall, yang mengaku dijebak oleh temannya dalam kasus ini, mengaku ia menderita kudis setelah ditahan bersama dengan tahanan pecandu narkoba, tahanan dengan HIV-positif, dan juga dengan lesbian yang agresif secara seksual.


Ia pun, yang menyebut penjara di Bali dengan Hotel K itu, mengungkap sikap mendua Indonesia yang memungkinkan tahanan narkoba ditembak mati oleh regu tembak. Namun di saat yang sama, peredaran sabu dan narkoba itu justru juga terjadi di dalam penjara.

Bahkan, katanya, sebagian besar tahanan itu nyabu setiap hari, dengan catatan asal punya uang untuk menyogok sipir. Dan bila punya uang juga, tahanan pria bisa menyewa dan mendatangkan pelacur ke dalam sel.

Kembali ke Aboe Bakar. Menurut Aboe Bakar, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 29/7), apa yang disampaikan Rachel Dougall ini    merupakan bukti dan fakta ada mafia hukum di Lapas, yang memberikan fasilitas kepada para napi yang bisa membayar untuk menikmati narkoba dalam lapas. Tak heran bila selama ini narkoba bebas beredar dalam lapas, karena ada aparat yang membekingi distribusi itu.

"Selain itu apa yang disampaikan warga Inggis ini menambahkan fakta bahwa napi bisa memasukkan perempuan dan melakukan hubungan intim asalkan bayar kepada petugas," demikian Aboe Bakar. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya