Berita

ilustrasi/net

Gayus: KPK harus Ungkap kepada Hakim Agung Mana Uang Suap akan Diberikan

MINGGU, 28 JULI 2013 | 21:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

KPK harus segera mengungkapkan hasil penyelidikan dan penyidikan terhadap penangkapan pegawai Pusdiklat MA Djodi Supratman.

Djodi Supratman ditangkap KPK setelah menerima sejumlah uang dari pengacara Mario C. Bernardo yang diduga berkaitan dengan penanganan perkara kasasi Nomor 521K/Pid/2013 yang saat ini sedang dalam proses pemeriksaan.

Desakan itu disampaikan Hakim Agung Gayus Lumbuun dalam pesan singkat yang diterima Rakyat Merdeka Online (Minggu, 28/7).


"Segera ungkapkan uang tersebut untuk keperluan apa dan akan diserahkan kepada siapa, kepada hakim agung yang mana. Apakah benar untuk mempengaruhi hakim yang akan memutus perkara tersebut," tegas bekas anggota Komisi III DPR dari PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut Gayus menjelaskan, ruang kerja Hakim Agung sempit. Padahal harus menyimpan berkas perkara.

Sempitnya ruang kerja tersebut berpeluang dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung  jawab di lingkungan MA untuk mendapat bocoran data dari tumpukan berkas perkara yang sudah atau sedang diperiksa.

Tujuannya untuk digunakan sebagai alat transaksi dengan pihak-pihak yang terkait. "Pada hal MA saat ini sedang kerja keras untuk melakukan pembenahan terutama kinerja hakim dalam memeriksa dan memutus perkara," demikian Gayus. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya