Berita

hatta rajasa/net

Politik

Hatta Rajasa Berharap Studi Kelayakan JSS Rampung 2014

MINGGU, 28 JULI 2013 | 19:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia kehilangan banyak waktu dalam perencanaan dan proses pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) dan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS), jembatan yang menghubungkan pulau Sumatera dan Jawa.

Untuk itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa berharap studi kelayakan feasibility study (FS) basic design JSS dan KSISS bisa rampung di awal tahun 2014 nanti.

"Saya berharap akan selesai FS-nya di 2014, walaupun groundbreaking perlu kerja keras dan akan sangat tergantung FS yang dananya bisa sampai Rp 1-2 triliun dan pembangunan Rp 200 triliun," ujar Hatta saat jumpa pers sesuai membuka pasar murah dan memberikan arahan kewirausahaan di Pendopo Kab. Pandeglang, Banten, Minggu (28/7).


Saat ini kata Hatta, ada dua pihak yang berpeluang mengerjakan megaproyek itu, yaitu Artha Graha Network dan BUMN.

"Pekerjaan JSS ini pilihannya ada dua, apakah dilakukan konsorsium penggagas (pemrakarsa) dan BUMN, dan apakah akan dibiayai APBN atau tidak. Mungkin yang paling mungkin adalah penggagas plus BUMN," terang Hatta.

Jika nanti Artha Graha dan BUMN ditunjuk secara depinitif, mereka juga harus tetap mengikuti tender saat proyek akan dikerjakan ketika menentukan perusahaan pelaksana/investor JSS.

"Tim tujuh sudah merekomendasikan. Walaupun itu tetap saja harus ditenderkan, mereka akan mendapatkan previlege sampai dengan 10 persen," tandas Hatta.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PAN itu mengatakan, kalau negara sudah punya uang panyak, ia setuju membangun megaproyek seperti JSS memakai APBN. Tapi rakyat di luar Jawa dan Sumatera seperti di Kalimantan, Papua, dan Sulawesi bisa marah kalau dianggarkan sebesar Rp 200 triliuan, kerena mereka juga ingin buat jembatan, waduk dan bendungan. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya