Berita

sby/net

Semua Berpeluang Menangkan Konvensi

SABTU, 27 JULI 2013 | 17:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Konvensi calon presiden Partai Demokrat diyakini akan diikuti dari berbagai latar belakang. Karena konvensi bersifat terbuka meski memang harus mendapatkan undangan dari bos partai berlambang bintang mercy tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono.

Makanya, selain dari kalangan politisi, seperti Marzuki Alie, Irman Gusman, Mahfud MD; konvensi juga bakal diramaikan pensiunan jenderal, misalnya Pramono Edhie Wibowo, Endriartono Sutarto, dan juga para pengusaha. Tiga pengusaha yang disebut-sebut akan meramaikan konvensi adalah bos Lion Air Rusdi Kirana, Bos Ancora Gita Wirjawan dan Bos CT Corp, Chaerul Tanjung.

Siapakah di antara mereka yang berpeluang?


Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf menilai, seluruh tokoh baik dari politisi, pensiunan tentara, pengusaha memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan tiket capres dari pemerintah tersebut.

"Karena sifatnya lebih terbuka untuk potensi bangsa, bisa jadi pensiunan tentara, politisi, pengusaha. Mereka kan pengusaha yang sukses berarti ada memberikan kepentingan bagi bangsa. Lumayan bagus kalau tokoh yang sudah terbukti," kata Asep saat dihubungi, Sabtu, (27/7).

Meski memang, Asep mengingatkan, untuk mendapatkan capres yang berkualitas, seleksi dalam konvensi harus ketat dan keputusan betul-betul diserahkan kepada rakyat. "Asal benar-benar konvensi itu dilakukan secara serius, berdasarkan pertarungan gagasan, komitmen, visi dan misi," tegasnya.

Tiga pengusaha kelas kakap Rusdi Kirana, Gita Wirjawan dan Chaerul Tanjung disebutkan akan bertarung keras dalam konvensi tersebut.  Karena pengusaha seperti mereka, kalau sudah menyatakan siap bertarung, pasti akan all out.

"Anggapan saya tersebut sangat wajar. Karena mereka bertiga memiliki kemampuan yang lengkap. Terbukti mampu membangun bisnisnya sukses, seperti Gita Wiryawan dengan Ancora Grupnya, Chaerul Tanjung dengan Trans Corp nya, dan Rusdi Kirana dengan Lion Air Grupnya," kata dewan penasehat CSIS Jeffrie Geovanie sebelumnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya