Berita

foto: net

Dunia

UNHCR Pastikan Pengungsi Suriah Tetap Dapat Akses ke Lebanon

SABTU, 27 JULI 2013 | 16:58 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di Beirut, Ninette Kelley, mengatakan bahwa Badan Pengungsi PBB (UNHCR) sedang melakukan negosiasi dengan Lebanon atas rencana negara itu untuk menegakkan pengawasan perbatasan baru yang dapat mempengaruhi aliran pengungsi Suriah.

Dalam sebuah pernyataan, Kelley menyebut bahwa pihaknya memahami rencana pemerintah Lebanon untuk mengetatkan pengawasan di perbatasan. Namun begitu, para pengungsi Suriah yang hendak melintas ke Lebanon juga harus mendapat perlindungan.

"Kami akan terus terlibat dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa para pengungsi yang membutuhkan perlindungan tetap bisa memiliki akses ke Lebanon. Tetapi, kekhawatiran pemerintah mengenai keamanan itu harus dihormati dan dipatuhi," kata Kelley seperti dikutip Zee News (Sabtu, 27/7).


Pernyataan Kelly ini muncul hanya berselang tiga hari setelah pemerintah Lebanon mengumumkan kontrol entri baru sebagai upaya untuk mengurangi gesekan antara penduduk lokal dan pengungsi Suriah.

Selama ini Lebanon dikenal sebagai satu-satunya negara tetangga Suriah yang tetap memberi pintu terbuka bagi para pengungsi. Menurut laporan terbaru PBB, setidaknya ada 645.000 pengungsi Suriah di Lebanon, meskipun jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya