Berita

foto: net

Dunia

Menjaga Konsumen Muslim, Supermarket Ternama di Inggris Sediakan Lorong Ramadhan

SABTU, 27 JULI 2013 | 12:34 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim, tak sulit rasanya mencari makanan khas hidangan berbuka puasa di Indonesia. Lantas, bagaimana dengan saudara-saudara Muslim di negara yang masyarakatnya mayoritas non-Muslim?

Inggris adalah rumah bagi 2,8 juta Muslim, hampir 5 persen dari populasi. Tapi, mereka masih dianggap sebagai pasar yang menggiurkan bagi pelaku bisnis. Demi menjaga kesetiaan konsumennya yang Muslim, sebuah supermarket ternama menyajikan hidangan khusus menjelang berbuka puasa. Perlu diketahui, Muslim di Inggris berpuasa 19 jam setiap harinya.

Tesco, kelompok supermarket internasional, berkantor pusat di Inggris yang memiliki lebih dari 6.000 toko tersebar di seluruh penjuru Inggris, merancang lorong-lorong khusus dalam nuansa hijau yang menjual makanan khas berbuka puasa.


Rak-rak sepanjang "Lorong Ramadhan" menyediakan bahan campuran memasak berlabel halal, yang mencerminkan penghormatan terhadap populasi Muslim di Inggris.

Dikutip dari media lokal The National (Sabtu, 27/7), seorang ibu rumah tangga Muslim, Shazia Wahid, mengatakan, dia langsung tertarik dengan promo ini.

"Pertama kali saya melihat promosi Ramadhan tahun ini adalah di Tesco, di mana mereka memiliki lorong khusus yang menyediakan makanan untuk berbuka puasa," katanya.

"Ini nyaman untuk mengunjungi superstore di mana Anda dapat mengambil segala sesuatu seperti daging halal. Hal itu membuat saya merasa tertarik untuk berbelanja di sana," tambah Shazia.

Ternyata, strategi promo di Bulan Suci ini berjalan dengan baik dengan peningkatan omzet puluhan juta poundsterling bagi Tesco. [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya