Berita

ilustrasi/net

Kelompok Ikhwan Pastikan Terus Turun ke Jalan di Tengah Penyelidikan Morsy

SABTU, 27 JULI 2013 | 11:20 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Kesalahan-kesalahan Muhamad Morsy, presiden Mesir yang dikudeta, sedang diselidiki. Bahkan tuduhan pembunuhan pun diarahkan kepada politisi Ikhwanul Muslimin ini.

Kini, penyelidikan berfokus pada tuduhan melarikan tahanan kelompok Hamas
Palestina pada tahun 2011. Hal tersebut ditujukan untuk menyerang pasukan pemerintah era Presiden Hosni Mubarak, yang menewaskan beberapa tahanan dan petugas.

Penyelidikan pemerintah saat ini kepada Morsy ini pun memicu ketegangan dari para anggota Ikhwanul Muslimin yang turun ke jalan.

Penyelidikan pemerintah saat ini kepada Morsy ini pun memicu ketegangan dari para anggota Ikhwanul Muslimin yang turun ke jalan.

Sebagaimana dilansir Reuters (Sabtu, 27/7), pejabat militer menyerukan kepada anggota Ikhwanul Muslimin untuk mengakhiri protes dan menerima pemerintah sementara yang dipimpin oleh Presiden Adly Mansour. Mereka juga menegaskan kalau protes masih terus terjadi, nantinya masyarakat Mesir sendiri yang menghadapi konsekuensi.

Semnetara itu, Jurubicara kelomopok Ikhwanul Muslimin, Gehad El Hadad, menolak untuk menghentikan aksinya tersebut.

"Pada akhirnya kita akan tahu semua ini adalah tidak lebih dari fantasi seorang jenderal militer (Abdel Fattah al-Sisi) dan beberapa kediktatoran militer," kata El Haddad.

"Kami akan terus protes di jalan-jalan," sambung El Haddad. [ysa]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya