Berita

ilustrasi/net

Kompolnas Tetap Mau Soroti Rekening Gendut Jenderal Calon Pengganti Timur Pradopo

SABTU, 27 JULI 2013 | 10:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Enam calon pengganti Jenderal Timur Pradopo telah menyerahkan laporan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari keenam jenderal tersebut, terdapat dua nama jenderal yang namanya pernah disebut dalam laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebagai perwira Polri pemilik rekening gendut. Mereka adalah Asisten Operasi Irjen Badrodin Haiti dan Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol) Komjen Budi Gunawan.

Dan, meski keduanya sudah menpis pemberitaan soal rekening gendut, namun Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tetap akan menyoroti kekayaan jenderal yang masuk dalam bursa calon Kapolri.


"Sudah melapokan kekayaanya, ya tentu saja kami harus melihat ini secara bijak. Artinya tidak ada larangan kalau polisi juga kaya asal uang itu didapatkannya secara legal. Atau bisa juga dia mendapatkannya dari warisan orang tua atau hibah," ungkap Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan, saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 27/7).

Menurut Edi, Kompolnas akan mengkritisi dan bersikap apabila kekayaan calon-calon Kapolri itu dari hasil penyalagunaan kewenangan.

"Sejauh ini kami belum menemukan kalau keduanya mendapatkan uang itu secara ilegal. Artinya menurut aturan, keduanya tidak ada yang melanggar UU," kata Edi.

Berikut daftar kekayaan calon Kapolri yang sudah dilaporkan ke KPK.

Kekayaan Asisten Operasi Polri Irjen Badrodin Haiti mencapai Rp 5,8 miliar

Kekayaan Kabareskrim Komjen Sutarman mencapai Rp 5,34 miliar

Kekayaan Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komjen Budi Gunawan mencapai Rp 4,6 miliar

Kekayaan Kapolda Bali Irjen Arif Wachjunadi mencapai Rp 4,52 miliar

Kekayaan Kepala BNN Komjen Anang Iskandar mencapai Rp 2,4 miliar

Kekayaan Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno mencapai Rp 482 juta. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya