Berita

mario c bernardo/net

Politik

Tommy Sihotang: Mungkin Mario C Bernardo Terkena Sindrom Srimulat

SABTU, 27 JULI 2013 | 09:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan salah satu pengacara Hotma Sitompoel and Associates, Mario Carnelio Bernardo, sebagai tersangka. Dia diduga memberikan uang terkait pengurusan kasasi tindak pidana penipuan di Mahkamah Agung (MA)

Kuasa hukum Mario, Tommy Sihotang, memastikan dan menyangkal kasus yang membelit Mario berhubungan dengan kantor Hotma Sitompul. Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi, kemarin juga mengatakan, dugaan suap yang dilakukan pengacara Mario Carmelio Bernardio kepada pegawai MA, Djodi Supratman, terkait pengurusan kasasi tindak pidana penipuan dengan terdakwa HWO di MA.

"Kalau benar kasus yang disebut Jubir KPK itu, berarti memang kasus yang ditangani Mario sendiri. Saya sudah sampaikan tidak ada keterlibatan Law Ofiice Hotma Sitompul," ujar Tommy dalam diskusi "Advokat Juga Manusia" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/7).


Menurut dia, karena kasasi kasus ini diajukan Kejaksaan Agung, sebenarnya penyidik KPK tinggal meminta berkasnya ke Jaksa Agung agar terlihat jelas siapa yang menangani kasus ini.

"Dalam kantor pengacara ini kan ada yang dikenal sebagai sindrom Srimulat. Di dalam Srimulat itu ada beberapa orang pemainnya, tapi dia suka terima job sendiri," tegasnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya