Berita

hajriyanto/net

Hajriyanto: Semua Ormas Harus Dukung Empat Pilar

JUMAT, 26 JULI 2013 | 23:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Fenomena Hizbut Tahrir Indonesia dan Partai Keadilan Sejahtera penting untuk didiskusikan sebagai evaluasi terhadap perkembangan Islam politik di Indonesia. Yaitu, apakah Islam politik di Indonesia memberikan sumbangan yang berarti terhadap paham kebangsaan atau justru melemahkan paham kebangsaan.

Karena bagaimanapun juga, Islam politik adalah sebuah fakta politik yang hadir di Indonesia dan berkembang terus terutama pada pasca reformasi.

Hal itu diungkap Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari dalam bedah buku HTI dan PKS Menuai Kritik: Perilaku Gerakan Islam Politik di Indonesia karya Dr. Zuly Qodir di Aula MAARIF Institute, Jl. Tebet Barat Dalam II Nomor 6, Tebet Barat, Jakarta Selatan (Jumat, 26/7). Selain Hajri, turut hadir sebagai pembicara Direktur Eksekutif MAARIF Institute Fajar Riza Ul Haq dan Zuly Qodir, yang juga sosilog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.


Karena itu, sambung Hajri, Islam politik seharusnya memberikan kontribusi yang positif terhadap paham kebangsaan Indonesia, meneguhkan kebhinnekaan bangsa, serta memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Meskipun UUD 1945 memberikan jaminan kebebasan berpendapat berserikat dan berpendapat pada seluruh rakyat Indonesia, akan lebih baik jika organisasi-organisasi yang ada di Indonesia mendukung keberadaan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI),” tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya