Berita

ilustrasi/net

Paradigma Politik Indonesia ke Depan Harus Bervisi Maritim

JUMAT, 26 JULI 2013 | 22:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Para pemimpin bangsa ke depan harus memahami visi maritim Indonesia di masa mendatang. Pun demikian, para caleg yang akan bertarung di Pemilu 2014, juga harus dibekali visi maritim. Dengan demikian, saat berkuasa, mampu membawa bangsa ini menjadi negara maritim yang tangguh dan berjaya.

Demikian kira-kira pandangan umum yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Indonesia Maritime Institute (IMI) Prof Hasjim Djalal, Dewan Pembina IMI Prof Sahala Hutabarat dan Prof Dietriesh G Bengen.

Pandangan ini disampaikan ketiganya dalam diskusi maritim yang kembali digelar IMI. Diskusi yangdisertai dengan buka puasa bersama ini digelar di Newseum Coffee di bilangan Jakarta Pusat (Jumat, 26/7).


Diskusi tersebut dihadiri berbagai kalangan, baik mahasiswa, aktivis pemuda, LSM, dan dari TNI AL. Sebagai narasumber selain, Prof Hasjim Djalal Prof Sahala Hutabarat, dan Prof Dietriesh G Bengen, juga hadir Laksda TNI Ade Supandi dan Kadispenal Laksma TNI Untung Suropati.

Diskusi yang diwarnai semangat maritim itu berlangsung meriah. Tema utama diskusi itu adalag refleksi maritim 68 tahun kemerdekaan RI. Para narasumber memberikan pencerahan dan pendapat tentang kondisi maritim Indonesia saat ini.

Sementara itu, Laksda TNI Ade Supandi memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah mulai memberi perhatian bagi peningkatan performa TNI AL sebagai institutsi yang bertugas untuk menjaga kedaulatan negara di laut, walaupun belum mencapai titik yang diharapkan.

"Saya tetap optimis bahwa dalam waktu tidak lama lagi, TNI AL akan menjadi kekuatan yang disegani di dunia dan dilengkapi dengan sistem persenjataan yang memadai. Meskipun sebenranya, saat ini TNI AL sudah layak disebut world class navy," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Ekesekutif IMI DR. Y. Paonganan kembali mengajak mahasiswa, pemuda dan aktifis untuk tidak berhenti menyuarakan pentingnya perubahan paradigam bangsa sebagai bangsa maritim.

"Bangsa Indonesia ke depan harus bervisi maritim," kata Paonganan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya