Berita

BASUKI T PURNAMA/NET

Olahraga

PKL Tuntut Minta Maaf, Ahok: Massa Bayaran Tuh

JUMAT, 26 JULI 2013 | 19:00 WIB | LAPORAN:

Gedung Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama berkantor, Balaikota digeruduk puluhan pedagang kaki lima (PKL) dan warga Tanah Abang, siang tadi (Jumat, 26/7).

Para pendemo menuntut permintaan maaf dari wagub yang disapa Ahok tersebut atas pernyataanya yang mengancam PKL dengan pidana penjara. Mereka tidak diijinkan masuk, hanya berorasi dari depan gerbang utama balaikota.

"Woi Ahok, jangan berani di kandang doang," ujar salah seorang pendemo.


Para pendemo pun menyebut Basuki diskriminatif karena melarang mereka untuk berdagang.  

"Kita berdagang itu mencari uang yang halal. Pedagang mau dipenjarin, lo (Ahok) aja kali yang dipenjara. Kami mau Ahok meminta maaf sama pedagang dan warga tanah abang, " tuntut para pedagang dengan lantang.

Selama ini, mereka merasa belum pernah diajak Ahok untuk berdialog mengenai relokasi PKL ke Blok G Pasar Tanah Abang. Lebih mengherankan lagi, Tanah Abang begitu luas justru yang dipilih Blok G. Sementara bangunan itu sudah tidak layak huni.

"Blok G itu tidak layak untuk ditempati, suruh Ahok blusukan lihat sendiri. Tanah Abang masih luas, kenapa mesti disitu (Blok G)," protes pendemo emosi.

Alih-alih menemui pendemo, Basuki yang ada di ruangannya malah menuding mereka sebagai massa bayaran.

"Massa bayaran tuh. Suaranya kurang besar," cetusnya.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya