Berita

din syamsuddin/net

Din Syamsuddin Figur yang Pas Jadi Cawapres Jokowi

JUMAT, 26 JULI 2013 | 17:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

PDI Perjuangan diyakini akan keluar sebagai pemenang Pemilihan Umum 2014. Hal itu berdasarkan temuan sejumlah lembaga survei. Kemenangan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu di Pemilihan Legislatif bisa berlanjut ke Pemilihan Presiden bila mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden.

"Saya amati memang, dimana-mana hasil survei menunjukkan PDIP bakal menjadi partai pemenang Pemilu 2014. Dan jika memang Ibu Megawati merestui Pak Jokowi sebagai kandidat capres, dalam pandangan saya, fenomena 'Jokowow' ini tidak akan terbendung oleh capres lain," ujar peneliti Maarif Institute Endang Tirtana (Jumat, 26/7).

Tapi siapa yang pas untuk mendampingi Jokowi?


"Untuk cawapresnya, nama Prof. Dien Syamsuddin (DS) layak untuk diperhitungkan. Di negeri mayoritas muslim diperlukan cendekiawan muslim yang terpercaya sudah kiprahnya. Karena itu selayaknya tidak diabaikan dalam kepemimpinan nasional," jawab Endang.

Apalagi, sambung Endang, figur moderat seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah itu bisa membantu menggalang dukungan grass root umat Islam serta cendekiawan muslim untuk kesuksesan pembangunan nasional. Dien juga figur yang dapat mengedepankan Trisakti Bung Karno. Yaitu, berdaulat dalam politik, kemandirian dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya dan sosial.

"Konsistensi DS dalam memperjuangkan nilai-nilai Trisakti Bung Karno bisa kita lihat dalam kegigihannya memberikan kritik-kritik yang konstruktif untuk perbaikan Indonesia yang lebih baik," beber Endang.

Selain jangkauannya di level nasional, kiprah Dien di dunia internasional juga tidak bisa diabaikan. Dengan trend kebangkitan ekonomi di Asia timur, terutama China dan Korea, hal ini perlu diantisipasi oleh Indonesia dengan kepemimpinan kuat dan mumpuni. Dien cukup paham ekonomi dan geopolitik Asia timur. Karena sebagai President ACRP (Asian Conference of Religions for Peace), dia punya persahabatan dengan tokoh-tokoh Asia baik agama dan politik.

"Faktor lain, adalah modal elektoralnya yang juga kuat. Sebagai pimpinan salah satu ormas Islam terbesar di tanah air yang mengembangkan beragam amal usaha, DS tentu mendapat dukungan. Tapi, bagaimana petanya kedepan? Kita tunggu saja," demikian Endang. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya