Berita

foto: net

Jika Ditata Komprehensif, Tanah Abang Bisa Jadi Pusat Wisata Belanja

JUMAT, 26 JULI 2013 | 16:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi pedagang kaki lima alias PKL di pusat perdagangan Tanah Abang disambut baik. Karena itu bisa menciptakan kenyamanan bagi pembeli agar terhindar kemacetan. Relokasi juga agar para PKL lebih tertata dan tetap bisa mencari nafkah.

Meski memang, diakui calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Rommy,  untuk melakukan tersebut agak sulit karena setiap usaha memindahkan orang yang berjualan turun-temurun di sebuah lokasi pastinya akan berdampak pada omzet pedagang.

"Menurut saya, kesemrawutan di Tanah Abang bukan hanya karena PKL yang berjualan di bahu jalan. Tapi juga karena parkir liar yang dibeking preman. Setiap blok bisa 4 sampai 5 penjaga parkir. Nah, inilah yang menjadi kerjaan yang agak repot untuk Pak Jokowi-Ahok. Asal ditindak tegas dan berkelanjutan tata kelola relokasi, saya yakin kebijakan ini akan berbuah manis untuk semua pihak," ujar Rommy (Jumat, 26/7).


Selain itu, yang membuat macet dan semrawut karena jalur menuju Tanah Abang dan juga pintu masuk keluar parkir yang terbatas, sehingga arus masuk keluar banyak kendaraan membuat kemacetan. Jika rute lalu lintas yang telah digagas Jokowi serta pintu masuk keluar yang tidak hanya terpusat pada satu titik, dia yakin kemacetan bisa teratasi.

"Dengan banyaknya jalur trayek ke arah Tanah Abang dan juga alternatif masuk-keluar ke gedung parkir, diharapkan kendaraan tidak berjejal di area ini," sambung bekas aktivis Ikatan Remaja Muhammadiyah, yang sekarang bernama Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Yang paling penting, masih kata Rommy, adalah penataan angkot yang selalu ngetem di dekat gedung-gedung sepanjang blok yang menyebabkan sesaknya jalan yang memang sudah sempit.  "Jika tata kelola dilakukan secara komprehensif, kebijakan relokasi ini mestinya membuat Tanah Abang sebagai pusat wisata belanja yang akan makin diminati pengunjung," demikian Rommy. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya