Berita

pdi perjuangan/net

Dua Langkah Lagi yang Harus Dilewati PDI Perjuangan Sebelum Umumkan Capres

JUMAT, 26 JULI 2013 | 09:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada tiga hal penting di tubuh PDI Perjuangan sebelum menentukan dan mengusung calon presiden. Ketiga hal itu adalah survei, mekanisme partai, dan komunikasi Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum partai.

"Dari tiga hal ini baru survei yang sudah bisa dilihat. Survei menunjukkan bahwa posisi PDI Perjuangan berada di atas puncak elektabilitas," kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 26/7).

Saat ini, lanjut Asep, PDI Perjuangan tinggal melakukan mekanisme partai, seperti Rapimnas. Dalam Rapimnas itu misalnya dibahas soal capres yang akan diusung PDI Perjuangan, seperti misalnya Megawati atau Joko Widodo.


Di saat yang sama, lanjut Asep, capres PDI Perjuangan juga sangat tergantung pada komunikasi yang dilakukan Megawati. Komunikasi itu baik ke dalam internal, maupun komunikasi politik dengan ketua umum partai yang lain. Dalam komunikasi itu misalnya dibahas soal koalisi, bila memang PDI Perjuangan mau berkoalisi atau harus berkoalisi.

"Saya nilai, tinggal dua langkah lagi bagi PDI Perjuangan untuk menentukan capres. yaitu mekanisme partai dan komunikasi ketua umum. Dua langkah ini cukup ringan bagi PDI Perjuangan di tengah kondisi partai lain yang sibuk cari fugur dan terpuruk," demikian Asep. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya