Berita

hatta rajasa/net

Hatta Rajasa: Investasi dan Konsumsi Jangan Ada Hambatan

JUMAT, 26 JULI 2013 | 07:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, ada lima hal penting arahan Presiden SBY dalam menjaga prekonomian Indonesia menghadapi perlambatan ekonomi dunia.

Hal itu disampaikan Hatta didampingi Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri seusai Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden, Jakarta, kemarin sore (Kamis, 25/7).

Pertama, SBY berpesan agar menjaga pertumbuhan dan dalam situasi ekoonomi global seperti itu, andalan kita ada pada investasi dan konsumsi. Tentu APBN yang dipercepat dan diperlancar, maka investasi jangan sampai ada hambatan.


"Kita sekarang sedang mempersiapkan sejumlah policy (kebijakan) untuk meningkatkan dan memperbaiki iklim investasi kita yang lebih berkompetisi," kata Hatta seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI.

Jelas Hatta, SBY menginstruksikan, jangan ada hambaan terutama pada perizinan-perizinan yang berbelit-belit, semua harus dibikin lancar. Hal ini salah satu yang sekarang dibahas di Kementerian Perekonomian, memangkas perijinan-perijinan yang dirasakan menghambat.

Terhadap menjaga konsumsi keep buying strategy, lanjut Hatta, kuncinya pada inflasi. Inflasi tentu berkaitan dengan volatile food karena inilah yang memberikan sumbangan inflasi tinggi pada bulan Juni kemarin. "Karena itu, kita menjaga betul supply ini dan membuat stabil harga-harga. Beras dilaporkan stabil harganya dengan stok yang cukup tinggi 2,9 juta ton di gudang Bulog," terangnya.

Kedua, Kepala Negara meminta agar jajaran pemerintah mengontrol inflasi dan menjaga harga bahan pangan pokok terutama yang ini sangat memberikan pengaruh besar pada masyarakat kita yang miskin dan tentu juga setengah miskin.

Ketiga, menjaga agar industri-industri tidak mengalami hambatan, tentu saja menjaga agar tenaga kerja tetap terserap dengan baik, terutama hal-hal yang berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan.

"Yang paling penting, kita terus meningkatkan meng-create lapangan kerja. Dalam situasi seperti ini kita tidak boleh kehilangan momentum untuk meningkatkan lapangan kerja. Apalagi PHK kita cegah dengan memperbaiki hubungan ketenagakerjaan," ungkap Hatta yang juga Ketua Umum PAN.

Untuk itu katanya, pemerintah menjaga betul infrastruktur. Dana yang sudah dialirkan tahun 2013 dan 2014 harus dibelanjakan betul untuk infrastruktur dan juga program yang sudah dilaksanakan di 2013, apakah itu paket kebijakan perlindungan sosial masyarakat harus berjalan dengan baik, UMKM diperhatikan, juga termasuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

Keempat, terkait dengan social safety net atau program-program perlindungan sosial kita mencapai lebih dari Rp 20 triliun lebih harus tepat sasaran dan tepat waktu untuk disalurkan, sehingga memberikan impact untuk menjaga masyarakat yang miskin dan setengah miskin agar tidak kehilangan daya belinya.

Kelima, yang terpenting lanjut Hatta, Presiden meminta ada satu sesi khusus nanti mengevaluasi kebijakan di sektor pertanian, termasuk di dalamnya hal yang berkaitan dengan tata niaga. "Kita betul-betul menginginkan agar swasembada yang sudah ditargetkan itu berjalan sebagaiamana yang sudah ditargetkan," ungkapnya.

Selanjutnya kata Hatta, kalau ada gangguan, SBY minta dievaluasi, dicarikan solusi tepat agar kita tidak mengalami katakanlah dalam situasi tertentu harus menutup dengan impor. "Jadi meningkatkan ketahanan pangan menjadi kata kunci kita. Adapun impor yang sekarang ini misalkan bawang, cabe itu hanya bersifat seasional hanya untuk menutup kekurangan akibat iklim cuaca yang mengakibatkan panennya mundur," bebernya..

Jadi intinya, menurut Hatta, kita harus tetap meingkatkan ketersediaan dalam negeri sendiri. "Ini yang diarahkan Presiden agar betul-betul kita mengevaluasi secara baik, dan tentu akan kami lakukan dalam beberapa waktu ke depan akan melakukan evaluasi dan melibatkan seluruh steakholder, bukan hanya dari  kementerian, tapi para pakar juga akan diajak bicara dan hasilnya akan dilaporkan kepada Presiden," tandas Hatta Rajasa. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya