Berita

jokowi/net

Banyak Pilihan, Mega Tentukan Siapa Pendamping Jokowi

KAMIS, 25 JULI 2013 | 18:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemilihan Umum 2014 mendatang diyakini akan menjadi milik PDI Perjuangan. Partai berlambang kepala banteng itu pun akan menjadi partai pemerintah setelah selama 10 tahun ini menjadi oposisi.

"Roda politik memang sedang berputar," ujar board of advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jeffrie Geovanie (Kamis, 25/7).

Menurutnya, kemenangan PDIP tersebut tak lepas dari sosok fenomenal Joko Widodo dan tangan dingin Megawati Soekarnoputri yang mengelola partai tersebut.


Makanya, PDIP dan Jokowi memiliki posisi paling enak pada Pemilihan Presiden 2014 yang akan datang. Sementara, pengambil keputusan pentingnya adalah Megawati.

"Megawati bisa saja memasangkan Jokowi dengan Ginandjar Kartasasmita bila tujuannya membangun koalisi yang kuat bersama Golkar pasca Munas 2015," sambung Jeffrie.

"Jokowi bisa juga dipasangkan dengan Gita Wirjawan bila tujuannya adalah rekonsiliasi PDIP dan Demokrat. Bisa juga Jokowi dengan Rusdi Kirana, dengan Din Syamsuddin, atau dengan Jusuf Kalla misalnya," imbuh Jeffrie.

Banyaknya pilihan-pilihan tersebut karena memang sulit untuk tidak mengatakan bahwa 2014 adalah momentum kemenangan besar buat PDIP dengan figur kuatnya yang fenomenal Jokowi dan dengan dingin dikelola oleh Megawati.

"Jadi sangat wajar sekali sekarang ini semua tokoh mulai mendekati Megawati," demikian Jeffrie. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya